Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Dua Sungai Tercemar Limbah

Choirurrozaq • Jumat, 2 Juli 2021 | 18:05 WIB

WLINGI, Radar Blitar - Pengelolaan limbah PT Greenfields yang diduga kurang optimal kian membuat masyarakat sekitar resah. Tidak hanya masalah bau, limbah tersebut juga memicu berkembang biaknya hama yang dapat mengganggu pertumbuhan hewan ternak mereka.


Untuk diketahui, ada dua sungai di wilayah Kecamatan Wlingi yang selama ini dirasa terkontaminasi limbah PT Greenfields. Yakni Sungai Genjong dan Sungai Kali Sari. Keduanya bermuara di Kali Lekso.


Masyarakat di sepanjang aliran sungai tersebut sudah lama mengeluhkan dugaan pencemaran lingkungan yang dilakukan PT Greenfields. Indikasinya, dilihat dari warna air dan bau yang tidak sedap. "Warnanya hitam, bau, dan berbusa," ungkap Kinan, salah seorang warga Desa Sumber Urip, Kecamatan Doko.


Dia menduga, akibat pencemaran itu, lahan pertanian warga yang ada di sepanjang sungai ini tidak begitu produktif. Tak hanya itu, budi daya perikanan darat yang dilakukan juga gagal panen karena sungai tercemar. "Padi memang subur, tapi tidak berbuah. Budi daya ikan juga banyak yang mati karena limbah," keluhnya.


Menurutnya, dampak dari sungai yang tercemar tersebut sudah sangat kompleks. Baik dari sisi kesehatan masyarakat maupun kesehatan hewan. Bahkan, paling parah adalah di Dusun Tlogosari. Sebab, area ini merupakan wilayah yang pertama menjadi spot jika ada aktivitas pencemaran lingkungan.


Pria yang juga ketua kelompok tani itu mengungkapkan, kampung tersebut cukup terisolasi dan belum mendapatkan pelayanan penerangan. Karena masalah akses, PLN tidak bisa menjangkau kampung tersebut. Warga swadaya membangun sumber daya listrik secara mandiri dengan sistem micro hidro memanfaatkan aliran Sungai Genjong. Sayangnya, usaha tersebut sering kali terganggu. "Jadi. warga Tlogosari sudah sangat hafal. Kalau malam listrik mereka mati berarti saluran untuk pembangkit listrik tersumbat limbah. Ini biasanya terjadi saat malam atau pas hujan," tuturnya. (*)

Editor : Choirurrozaq