WONODADI, Radar Blitar - Warga lingkungan RT 03/RW 01, Desa/Kecamatan Wonodadi dihebohkan dengan penemuan mayat berjenis kelamin perempuan, dini hari kemarin (14/7). Mayat tersebut berada di dalam sumur milik warga setempat. Diketahui identitas mayat tersebut bernama Muawanah. Dia janda yang sehari-hari hidup bersama dua anaknya.
Perempuan 54 tahun itu sempat dinyatakan hilang oleh pihak keluarga sejak Selasa siang. NL, anak perempuan Muawanah lantas meminta bantuan warga sekitar untuk mencari keberadaan ibunya. "Sejak Selasa sudah kami cari di sekitar lingkungan sini, tapi belum ketemu juga," ungkap Suwito, saksi yang kali pertama menemukan jasad Muawanah.
Tak kunjung mendapatkan hasil, akhirnya pihak keluarga dan sejumlah warga berinisiatif melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Selanjutnya polisi menerbitkan surat tanda lapor orang hilang. Pencarian berlanjut hingga Selasa malam. Namun hasilnya masih nihil.
Suwito mengatakan, Rabu sekitar pukul 00.45 dini hari, dirinya sempat dipanggil istrinya ketika berjaga di pos ronda depan rumahnya. "Saya sedang jaga di depan. Lalu dipanggil istri saya. Katanya di sumur belakang rumah ada suara orang sedang menimba air," lanjut Suwito yang rumahnya besebelahan dengan Muawanah.
Penasaran, Suwito lantas mengambil lampu senter untuk memeriksa. Dia langsung terkejut melihat sesosok mayat mengapung di dalam sumur tua belakang rumah. Suwito langsung bergegas memberi tahu warga sekitar dan melapor ke perangkat desa serta polisi. Polisi yang tiba di lokasi kejadian lantas mengevakuasi jasad Muawanah dan mengidentifikasi.
"Saya kaget melihat mayat wanita di dalam sumur. Saya langsung lari dan memberi tahu warga lain. Setelah itu, warga memberi tahu hal ini ke perangkat desa dan diteruskan ke polisi," kata pria 57 tahun ini.
Kapolres Blitar Kota AKBP Yudhi Hery Setiawan melalui Kasubbag Humas Iptu Ahmad Rochan mengatakan, Muawanah diketahui menderita penyakit lambung menahun. Hal ini terungkap dari keterangan pihak keluarga. "Menurut keterangan anaknya memang korban (Muawanah, Red) ini menderita penyakit lambung menahun," ujarnya.
Kuat dugaan, lanjut Rochan, hal tersebut menjadi motivasi Muawanah untuk mengakhiri hidup. Yakni dengan cara menceburkan dirinya ke sumur milik Suwito. "Diduga itu membuat korban depresi. Saksi juga mengatakan bahwa korban sempat mencoba bunuh diri beberapa kali," imbuhnya lagi.
Hal ini juga dikuatkan dengan hasil pemeriksaan pada tubuh Muawanah. Polisi tidak menemukan tanda-tanda bekas penganiayaan. Termasuk tanda bekas seretan di sepanjang akses dari rumah Muawanah ke sumur tersebut. "Tidak ditemukan adanya bekas seretan di lokasi kejadian. Hasil pemeriksaan terhadap tubuh korban, tidak ditemukan adanya luka akibat benda tumpul ataupun luka lainnya," jelasnya. (*)
Editor : Choirurrozaq