SANANWETAN, Radar Blitar - Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar memilih menerapkan kartu tani versi manual sebagai sarana untuk menyalurkan pupuk bersubsidi kepada para petani. Itu karena masih adanya kendala peralatan maupun pelaksanaan kartu tani di lapangan. Para petani tetap dapat menerima pupuk bersubsidi sesuai dengan haknya meski tak mengantongi kartu tani.
Berdasarkan data DKPP Kota Blitar, ada 2.081 orang yang telah menerima kartu tani. Jumlah itu merupakan total keseluruhan petani yang menerima kartu tani, mulai 2017-2020. Sementara pada 2021, ada 317 petani yang akan mendapatkan kartu tani dalam waktu dekat.
"Untuk tahun ini belum dibagikan karena memang aturan PPKM, tidak boleh mengumpulkan banyak orang," kata Kepala Dinas Ketahananan Pangan dan Pertanian (DKPP) Rodiyah.
Wanita ramah itu melanjutkan, kendati belum menerapkan kartu tani digital, kartu tani manual dinilai lebih efektif dalam membantu petani untuk menerima pupuk. Pasalnya, hampir seluruh petani yang terdaftar dalam gabungan kelompok petani (gapoktan) menerima kartu kendali penebusan pupuk tersebut. Jadi, proses penyaluran pupuk bersubsidi tetap dapat dilaksanakan.
"Kami gunakan kartu tani versi manual ini sejak awal 2021. Karena tujuannya memang untuk memudahkan petani, gapoktan, kios, maupun kami untuk memantau penyaluran pupuk subsidi," terangnya.
Alokasi pupuk bersubsidi diberikan pada setiap nomor induk kependudukan (NIK) petani. Jumlah alokasi pupuk yang disalurkan disesuaikan dengan luas lahan yang dimiliki. Jadi, petani dapat menebus pupuk subsidi sesuai haknya dan tidak dapat mengambil jatah pupuk milik petani lainnya.
"Tetap diberikan sesuai alokasi pupuk yang diberikan. Per petani jumlahnya tidak sama. Tergantung luas lahan masing-masing," tandasnya. (*)
Editor : Choirurrozaq