WONOTIRTO, Radar Blitar - Dua tahun terakhir tradisi larung sesaji di wilayah pesisir selatan Blitar tak melibatkan banyak orang. Masyarakat menyadari pandemi korona belum berakhir. Kearifan lokal yang masuk warisan budaya ini pun tetap digelar meskipun secara sederhana.
Bupati Rini Syarifah mengatakan, Kabupaten Blitar masuk dalam daftar daerah yang melaksanakan pemberlakukan pembatasan kegiatan maysarakat (PPKM) level 4. Artinya, situasi belum normal sehingga masih ada pembatasan aktivitas untuk meminimalisasi risiko penyebaran Covid-19. “Betul, PPKM diperpanjang. Jadi harus tertib prokes agar kondisinya kembali seperti semula,” katanya.
Bupati menegaskan, larung sesaji merupakan salah satu kearifan lokal yang sudah diakui oleh pemerintah dan masuk dalam warisan budaya tak benda. Untuk itu, meski dengan sangat sederhana, kegiatan tersebut harus terus dilakukan. Jadi, tradisi lokal ini bisa terus dilestarikan. “Larung sesaji ini adalah salah satu kearifan lokal yang harus terus diuri-uri,” pesannya. (*)
Editor : Choirurrozaq