Dua kali momen peringatan Hari Pramuka berlalu tanpa kesan lantaran pandemi. Meski begitu, hal ini tidak boleh menjadi alasan untuk mengeluh. Sebaliknya, harus menjadi spirit untuk terus maju dan berkembang menjawab semua tantangan zaman. "Sebenarnya juga sedih. Harusnya kan ada banyak acara, tapi karena pandemi korona ya terpaksa tidak bisa seperti tahun-tahun sebelumnya," ujar Rizki, salah seorang anggota Saka Wira Kartika Blitar.
Nyaris semua kegiatan Pramuka yang melibatkan banyak anggota dilaksanakan secara virtual. Kalaupun bisa bersama-sama, hanya dalam kelompok kecil yang tentu tingkat kepuasannya berbeda. Persami, hasta karya, jelajah alam, jelajah malam, dan lainnya, kini tak mungkin dilakukan. "Karena kondisinya memang seperti ini, ya tidak boleh larut terbawa dan malas melakukan sesuatu. Nah, kami sambang veteran ini juga sebagai pengingat tanggung jawab dan tugas besar kami di masa datang," katanya usai bakti sosial dan berziarah di Taman Makam Pahlawan.
Komandan Kodim 0808 Blitar Letkol Inf. Didin Nasruddin Darsono mengaku bersyukur melihat semangat generasi muda, utamanya Saka Wira Kartika Blitar. Meski kondisi pandemi, mereka tetap konsisten terhadap hal-hal positif. Misalnya karya bhakti, sambang veteran, dan membawa sedikit buah tangan wujud perhatian dan penghormatan kepada para pejuang.
Menurut dia, melantukan doa kepada para pahwalan merupakan wujud terima kasih yang secara otomatis akan memupuk semangat perjuangan generasi muda. "Perjuangan itu tidak hanya mengangkat senjata, tapi semua bidang. Begitu juga dengan adik-adik Pramuka, mereka harus berjuang untuk mendapatkan nilai dan ilmu yang bermanfaat untuk bangsa negaranya," katanya.
Didin menegaskan, Pramuka adalah cikal bakal pandu bangsa. Mereka menjadi pembaharu atau agen perubahan yang mana bakal menentukan arah bangsa dan menjadi pahlawan bagi bangsanya di masa yang akan datang. "Nantinya akan menjadi pahlawan dalam bidang masing-masing. Di bidang olahraga, usaha, politik, dan sebagainya," jelasnya. (*) Editor : Choirurrozaq