Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Perpustakaan Proklamator Bung Karno Ditutup, Beralih ke Layanan Online

Choirurrozaq • Kamis, 19 Agustus 2021 | 18:24 WIB

SANANWETAN, Radar Blitar - UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Kota Blitar kembali menutup pelayanan hingga pekan depan. Pasalnya, ada penyesuaian aturan penerapan PPKM level 4 yang juga kembali diperpanjang. Jadi seluruh layanan peminjaman buku dan sebagainya dialihkan secara online.


Berdasarkan pantauan Koran ini, sejumlah papan pengumuman terkait penutupan layanan tersebut terlihat dipasang di pintu masuk perpustakaan. Hal serupa juga terlihat di depan pintu masuk gedung museum memorabelia. Sementara, suasana di kedua kawasan wisata tersebut sepi dari lalu lalang pengunjung.


Kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Karno Janti Suksmarini mengatakan, pihaknya telah menutup pelayanan di perpustakaan sejak Selasa (17/8). Sebab, pemerintah telah mengumumkan perpanjangan penerapan kebijakan PPKM. Untuk itu, sesuai dengan keputusan pemerintah dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), pelayanan di Perpustakaan Proklamator Bung Karno ditutup sementara.


"Sesuai aturan Kemendagri dan pemerintah daerah, untuk sementara layanan ditutup dulu. Sebab, PPKM juga kembali diperpanjang," ujarnya.


Menurut dia, penutupan layanan dilakukan selama satu pekan mendatang. Yakni pada 17-23 Agustus 2021. Jangka waktu penutupan tersebut dipastikan sesuai dengan aturan perpanjangan PPKM.


"Ditutup seminggu, sama seperti batas perpanjangan PPKM ini. Kemungkinan setelah aturan dicabut, bisa dibuka lagi," ungkapnya.


Dia menerangkan, untuk sementara waktu seluruh pelayanan dialihkan ke layanan online atau daring. Termasuk layanan membaca buku maupun jurnal dengan aplikasi online. Sementara bagi para peminjam buku, tidak akan mendapatkan skorsing maupun denda selama layanan ditutup. Jadi, peminjam buku dapat mengembalikan buku setelah layanan dibuka kembali.


"Kalaupun nanti layanan dibuka, semua buku yang baru dikembalikan akan disterilkan dulu. Tujuannya, mematikan virus yang menempel di buku-buku itu," tegasnya.


Dia menegaskan, penutupan layanan tidak hanya dilakukan di Perpustakaan Proklamator Bung Karno. Namun, kunjungan ke gedung museum memorabelia juga ditutup sementara. Pasalnya, kawasan tersebut kerap menjadi tempat yang dikunjungi oleh pengunjung.


"Karena memang tujuannya untuk mencegah kerumunan dan penyebaran Covid-19, untuk sementara waktu perpustakaan dan museum memorabelia ditutup dulu," tandasnya. (*)

Editor : Choirurrozaq
#blitar