Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Asyik Mandi di Sungai Brantas, Bocah Srengat Hanyut

Choirurrozaq • Jumat, 27 Agustus 2021 | 20:33 WIB

SRENGAT, Radar Blitar - Nahas menimpa DK, 13, warga Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat, kemarin sore (26/8). Diduga nekat mandi di Sungai Brantas meskipun tidak bisa berenang, hingga akhirnya hanyut. Hingga berita ini ditulis, proses pencarian jasad bocah ini masih terus dilakukan tim gabungan polisi, TNI, bersama warga setempat.


Dari keterangan yang diterima polisi dari teman korban, kejadian ini berawal sekitar pukul 16.00 sore kemarin. DK bersama rekannya, RY, diketahui mandi di pinggir Sungai Brantas. Tak lama, kedua bocah ini mulai terbawa arus dan terseret hingga ke lokasi yang agak dalam. "Jadi awalnya,anak ini mandi di sungai bersama seorang temannya. Lalu tiba-tiba keduanya hanyut terbawa arus," jelas Kapolsek Srengat AKBP Dorrohman kepada Koran ini kemarin.


Karena panik, kedua anak ini pun mencoba bertahan dengan berupaya menggerakkan kaki dan tangan untuk menjangkau bibir sungai. Namun karena arus sungai yang deras serta keduanya tidak bisa berenang, akhirnya hanya bisa pasrah dan berupaya memanggil warga sekitar. Pada saat kejadian, seorang warga bernama Rio kebetulan melintas di sekitar lokasi kejadian. Begitu melihat ke arah sungai, dia terkejut melihat dua anak terbawa arus. Kemudian dia bergegas untuk berusaha menolong.


"Menurut saksi, dia melihat dua anak di tepi sungai sedang mandi. Keduanya mulai terbawa arus sungai dan hanyut. Lalu dirinya mencoba terjun ke sungai untuk menolong," bebernya.


Sayangnya, saksi hanya bisa menjangkau RY dan berhasil diselamatkan hingga ke pinggir sungai. Sementara DK tak sempat tertolong karena diduga terbawa arus dan tenggelam. "Akhirnya hanya RY saja yang bisa ditolong. DK tidak berhasil diselamatkan karena terbawa arus dan tidak terlihat oleh saksi," ujarnya.


Setelah itu, saksi meminta tolong warga sekitar yang kemudian segera melapor ke pihak kepolisian. Menerima laporan tersebut, tim gabungan segera terjun ke lokasi guna melakukan pencarian di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).


Usai melakukan kajian di lapangan, petugas memutuskan untuk melanjutkan proses pencarian hari ini (27/8). "Pencarian kami lanjutkan besok (hari ini, Red)," ujar Koordinator Pos SAR Trenggalek Yoni Fariza.


Mengenai radius pencarian, jelas Yoni, belum bisa dipastikan. Sebab, masih menunggu hasil kajian yang dilakukan oleh tim di lapangan. Termasuk menentukan kondisi dan kekuatan arus sungai.


"Kami koordinasikan dulu terkait perencanaannya. Kalau untuk radiusnya, kemungkinan kami cari di sekitar lokasi dulu. Karena kan harus lihat kondisi di tempat kejadiannya. Dari sana bisa kami tentukan rencana operasinya," ungkapnya. (*)

Editor : Choirurrozaq