Dispendik Kota Blitar Pantau Simulasi Asesmen Nasional

Anggi Septian Andika Putra • Dipublikasikan Kamis, 2 September 2021 | 18:19 WIB

SANANWETAN, Radar Blitar - Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar meninjau langsung simulasi pelaksanaan asesmen nasional (AN) kemarin (1/8). Hal tersebut untuk melihat persiapan sarana prasarana (sarpras) hingga proses simulasi AN di sejumlah sekolah. Ada sekitar 13 lembaga yang ditinjau dispendik. 


Kepala Dispendik Kota Blitar Samsul Hadi melalui Kabid Pendidikan Dasar Didit Rahman Hidayat menyatakan, simulasi AN diikuti sejumlah sekolah. Yakni jenjang SD dan SMP. Termasuk bagi sekolah negeri dan swasta. Setiap sekolah menghadirkan sekitar 30-45 siswa dengan menerapkan shift. 


“Untuk kegiatan simulasi AN hari ini (kemarin, Red), kami mengunjungi sekitar 13 sekolah. Sebagian lembaga SD dan SMP, baik negeri dan swasta,” ujarnya. 


Didit mengatakan, simulasi dilakukan sebagai upaya mempersiapkan pelaksanaan AN nantinya. Untuk itu, pihaknya harus memastikan seluruh sekolah siap mengikuti. Termasuk kesiapan sarpras dan jaringan internet. 


“Karena asesmen ini dilakukan secara online atau berbasis komputer, tentu persiapan utamanya adalah sarpras dan jaringan internetnya,” katanya.


Menurut Didit, server jaringan yang error menjadi kendala utama dalam pelaksanaan simulasi AN tersebut. Siswa tidak dapat mengakses maupun mengerjakan soal karena server dari pusat tidak stabil. Selain itu, server error juga terjadi di hampir seluruh lembaga yang tengah mengikuti simulasi tersebut.


“Temuannya tadi server pusat error. Jadi siswa tidak bisa mengakses ke server AN. Tapi ada juga beberapa siswa yang bisa log in dan mengerjakan soal,” imbuhnya. 


Dispendik akan terus berkoordinasi dengan operator maupun teknisi di setiap sekolah. Selain itu, juga koordinasi terkait pengawasan dan penggunaan jaringan internet bersama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Blitar. 


“Jaringan internet tetap dikoordinasikan dengan pihak diskominfo. Mereka yang lebih paham. Tapi yang jelas, secara keseluruhan persiapan kami untuk AN sudah bagus,” tandasnya. 


Untuk diketahui, kegiatan simulasi AN dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Di antaranya siswa dan guru pendamping diwajibkan untuk menggunakan masker. Jarak antarsiswa dan kehadiran juga disesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

Editor : Anggi Septian Andika Putra