Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Disperdagin Kota Blitar Upayakan Mitigasi Bencana di Pasar Tradisional

Anggi Septian Andika Putra • Kamis, 9 Desember 2021 | 17:54 WIB

KEPANJENKIDUL, Radar Blitar - Mitigasi bencana kebakaran di pasar tradisional menjadi amat penting. Untuk itu, berbagai upaya untuk meminimalisasi risiko kebakaran harus dimiliki oleh seluruh elemen di pasar. Salah satunya, dengan membekali petugas keamanan dan pedagang pasar keterampilan memadamkan api yang efektif dan aman. Petugas maupun pedagang harus siap dan tanggap jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran.


“Karena itu, hari ini (kemarin, Red) mereka kami latih. Kami undang petugas pemadam kebakaran (PMK) untuk melatih mereka langsung,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Blitar Hakim Sisworo, di sela-sela pelatihan pemadaman api yang dipusatkan di Pasar Pon, kemarin (8/12).


Pelatihan yang digelar mulai pukul 09.00 WIB itu diikuti 95 peserta. Mereka terdiri dari petugas keamanan dan pedagang pasar. Mereka dilatih cara memadamkan api dengan beragam metode. Mulai menggunakan kain basah, alat pemadam api ringan (APAR), serta hydrant. Hakim mengatakan, pelatihan pemadaman api kebakaran itu bertu juan untuk meningkatkan kesiapsiagaan petugas keamanan dan pedagang pasar. Dengan begitu, mereka bisa meminimalisasi dampak dari musibah kebakaran.


“Paling penting itu para petugas keamanan pasar harus memahami bagaimana cara memadamkan api yang benar. Begitu pun pedagang, yang bisa ikut berperan membantu jika terjadi kebakaran,” terang pria ramah ini.


Tak hanya pelatihan, disperdagin juga rutin mengecek fasilitas pemadam kebakaran di pasar. Baik itu fasilitas berupa APAR maupun hydrant. Pengecekan itu dilakukan untuk memastikan kondisi alat pemadam dalam kondisi siap pakai. “Apakah masih berfungsi atau tidak. Jika tidak berfungsi, kami segera perbaiki. Harus siap pakai,” tegasnya.


Untuk diketahui, di Kota Blitar ada tujuh pasar tradisional. Seluruh pasar tersebut sudah dilengkapi fasilitas pemadam api berupa APAR dan hydrant. “Apabila ada yang sudah tidak berfungsi lagi atau rusak tentunya kami ganti yang baru. Yang pasti, kami selalu rutin mengecek fasilitas pemadam api agar ketika dibutuhkan berfungsi dengan baik,” ungkapnya. (sub/c1/ady/dfs)

Editor : Anggi Septian Andika Putra
#info blitar #radar blitar #radar tulungagung #radar tulungagung tv #berita blitar #blitar