Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di momen tersebut bertujuan untuk memupuk semangat nasionalisme dan patriotisme seluruh lapisan masyarakat Bumi Bung Karno. Khususnya kepada generasi milenial.
Rangkaian kegiatan Hari Cinta Tanah Air itu diawali dengan upacara bendera di halaman Kantor Wali Kota Blitar. Upacara yang dimulai sekitar pukul 07.30 itu dipimpin langsung oleh Wali Kota Santoso serta diikuti anggota forkopimda dan seluruh pegawai di lingkup Pemkot Blitar. Wali Kota Blitar tampak mengenakan kostum tentara PETA, sedangkan para peserta mengenakan kaus putih serta ikat kepala merah putih.
Wali Kota Blitar Santoso mengungkapkan, penetapan 14 Februari sebagai Hari Cinta Tanah Air telah dituangkan dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 10 Tahun 2023. Upaya tersebut dilakukan untuk meredam gejolak budaya asing yang merasuki kehidupan generasi milenial. ”Salah satunya ya Hari Valentine yang merupakan budaya barat. Jangan sampai generasi muda kita tergerus oleh budaya asing tersebut. Justru, tumbuhkan semangat nasionalisme dan patriotisme anak muda di seluruh Indonesia,” ujarnya kepada Koran ini, kemarin (14/2).
Sebelumnya, pemkot telah menggelar malam tirakatan pada Senin (13/2) yang bertempat di SMKN 3 Blitar. Dulunya, bangunan sekolah tersebut merupakan markas besar pasukan PETA. Kemudian, Selasa (14/2) paginya dilanjutkan dengan upacara peringatan Hari Cinta Tanah Air yang juga diikuti pelajar dari masing-masing sekolah.
Orang nomor satu di lingkup Kota Blitar ini meminta agar generasi muda tak gentar meneladani sikap luhur Sudanco Supriyadi yang berjuang menumpas penjajah dari Jepang. Terlebih, sebelum Indonesia merdeka, pasukan PETA telah lebih dulu mengibarkan bendera merah putih di Monumen Potlot. “Tepatnya sebelum pemberontakan dimulai. Pengibaran itu dilakukan oleh pahlawan Sudanco Parto Harjono. Ini sebagai tonggak sejarah yang harus dikenang,” beber Santoso.
Setelah itu, Wali Kota Blitar beserta jajaran terkait me-launching mobil pariwisata dan mobil wisata jenis Volkswagen (VW). Pemkot menggandeng komunitas pencinta kendaraan VW demi meramaikan kunjungan wisata di Kota Patria. Selain itu, pemkot juga me-launching wisata kuliner baru berupa food truck dan food court yang bakal beroperasi di kompleks Monumen PETA.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Blitar Edy Wasono menerangkan, peringatan Hari Cinta Tanah Air juga diwarnai dengan konvoi napak tilas mobil VW yang disambut antusiasme masyarakat. Pawai rombongan mobil klasik ini start dari Waterpark Sumber Udel. Kemudian, singgah di PIPP untuk mengikuti peresmian one get system, food truck, dan VW Wisata Balitar. Lantas, rombongan kirab finis di Monumen PETA.
Nantinya, lanjut dia, Kota Blitar bakal memiliki paket kunjungan wisata. Konsepnya, pengunjung bakal diantar berkeliling ke sejumlah destinasi wisata di kota dengan menaiki mobil VW Wisata Balitar. “Kami menggandeng komunitas VW Blitar Raya. Kecuali, kunjungan ke Makam Bung Karno dan Istana Gebang, itu khusus becak wisata,” terang pria yang karib disapa Edy ini.
Nah, sendratari kolosal dan teatrikal pemberontakan PETA menjadi acara puncak yang digelar sekitar pukul 19.00. Alur cerita yang dibawakan sekitar 150 pemeran dan kru tahun ini berbeda dan lebih memukau. Ratusan penonton pun bersemangat menyimak jalannya cerita, terutama saat aksi pemeran Sudanco Parto Harjono mengibarkan bendera merah putih di Monumen Potlot. Adegan ini sebagai pembuka kisah Sudanco Supriyadi memimpin pasukan PETA mengusir tentara Jepang.
Melalui pertarungan dramatis, Supriyadi akhirnya berhasil meraih kemenangan. Kisah pemberontakan PETA ini kemudian diakhiri dengan adegan anyar, mengacu data sejarah. Yakni, peresmian Monumen Potlot oleh pemeran Panglima Besar Jenderal Sudirman. Menurut Edy, adegan ini penting diingat ulang lantaran monumen tersebut menyimpan sejarah pasukan PETA.
Pihaknya berharap masyarakat bisa memaknai setiap rangkaian acara yang secara sukses dilakukan pemkot. “Alhamdulillah sangat lancar. Besar harapan kami agar ini bisa berlangsung setiap tahun, mengajak masyarakat cinta tanah air dan pahlawan,” tandasnya. (luk/c1/sub/ady)
UKIR PRESTASI: Wakil Wali Kota Tjutjuk Sunario bersama para juara lomba deklamasi, baca puisi, dan monolog dalam rangka memperingati Perjuangan PETA. (BAYU/PROKOPIM KOTA BLITAR, M LUKI AZHARI/ RADAR BLITAR) Editor : Endah Sriwahyuni