Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Rutin Kuras Akuarium, Taburi Garam Sterilisasi Air

Doni Setiawan • Selasa, 21 Februari 2023 | 04:55 WIB

KOTA BLITAR - Benjol alias jenong pada bagian kepala dan warna corak yang menawan, merupakan ciri khas dari Louhan. Meski tergolong agresif, ikan tersebut rawan terpapar ragam penyakit terutama ketika pergantian musim alias pancaroba.

Pembudidaya louhan Febri Eko mengungkapkan, ada sejumlah penyakit yang rawan mengintai ikan berjuluk flowerhorn fish ini. Di antaranya, bintik putih alias white spot, busuk mulut, hingga yang paling parah yakni berak putih alias berput. Pemilik harus jeli memerhatikan kondisi air dan higienitas pakan.”Kalau bisa diantisipasi. Jika sudah stres terkena penyakit, jenong atau benjolan di kepala louhan bisa kempes,” ungkap warga Kelurahan Pakunden, Kecamatan Sukorejo ini.

Penyakit yang paling kerap terjadi pada ikan hias, termasuk louhan yakni white spot. Umumnya, penyakit ini disebabkan karena jamur dari air yang kotor serta penerangan akuarium yang minim. Louhan yang terjangkit harus segera diisolasi dan mendapat perlakuan khusus. Seperti dengan menaburkan sejumput garam pada air akuarium.

Jangan khawatir ketika ikan sudah terjangkit penyakit tersebut. Sebab, ikan masih bisa diobati. Ada beberapa langkah pengobatan yang di antaranya, sterilisasi air yang sebelumnya dipakai dengan memasang pemanas air atau water heater pada suhu 32 derajat. Metode bisa dilakukan selama kurang lebih empat hari. Apabila white spot mulai berkurang, kuras air hingga sepertiga. Lantas, tambahkan air baru. Febri menilai, penggunaan obat sterilisasi air cukup efektif meminimalisasi potensi bintik pada ikan.

Selain itu, pengurasan juga wajib dilakukan minimal tiga hari sekali.”Jika tidak dikuras maka air menjadi keruh dan bikin stres. Ikan menjadi pasif dan produksi lendir meningkat hingga membuat air tidak steril,” terangnya.

Penyakit lain yang lebih berbahaya, yakni berput yang dipicu parasit dari air dan makanan. Dia mengaku, pemberian makanan tambahan pada ikan, seperti udang, cacing, hingga jangkrik harus steril. Sebab, berpotensi memicu sembelit dan berput.
Gejalanya, nafsu makan louhan berkurang, warna ikan tidak cerah, perut kembung, dan badan kurus. Penyakit ini paling mudah terdeteksi saat kondisi ikan sudah parah. Yakni, keluar kotoran berwarna putih memanjang dari dubur ikan.”Pengobatan berput harus obat oral. Susahnya, obat oral khusus itu belum ada. Makanya harus dicegah sedini mungkin,” imbuh pria tinggi semampai ini. (luk/sub} Editor : Doni Setiawan
#Kabupaten Blitar #ikan hias #Kota Blitar #louhan #hobi