Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pasar Kesamben Butuh Rp 31 M, Kirim Proposal Dukungan Anggaran ke Pusat

Endah Sriwahyuni • Jumat, 24 Februari 2023 | 03:12 WIB

KABUPATEN BLITAR - Rekonstruksi Pasar Kesamben yang ludes terbakar pada November tahun lalu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Blitar berupaya mencari keran bantuan anggaran agar eksekusi pembangunan pasar di sisi timur Bumi Penataran itu segera terealisasi.

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar Ika Suprapti membenarkan, kebutuhan pembiayaan membangun ulang Pasar Kesamben cukup besar. Estimasinya sekitar Rp 31 miliar. Dengan nilai fantastis ini, pihaknya masih mengajukan proposal permohonan bantuan ke Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Kementerian PUPR.

“Perlu pemikiran lebih untuk mengalokasikan anggaran yang begitu besar dengan keterbatasan anggaran dari Pemkab Blitar. Apalagi, waktu pembangunan tidak sebentar,” ujarnya kemarin (22/2).

Pihaknya memastikan pembangunan tetap akan dilakukan. Namun, ada pelbagai tahapan yang perlu dilakukan. Misalnya, pada awal tahun ini disperindag mulai menyusun dokumen perencanaan tata ruang pasar alias masterplan.

Meski sudah mulai mengajukan proposal bantuan, pihaknya masih terus koordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dan pusat. Nantinya, apabila pemerintah pusat memberikan anggaran sesuai kebutuhan, pihaknya segera melakukan pembangunan. Namun, jika anggaran kurang, pengajuan ke pemprov masih bisa dilakukan.

“Barangkali ada bantuan keuangan dari provinsi agar pembangunan Pasar Kesamben bisa segera dilakukan, ekonomi pun kembali lancar,” terangnya.

Perempuan berhijab ini tak menampik soal wacana pembangunan pasar menjadi lebih dari satu lantai. Rencana ini mencuat saat Komisi V DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik (kunfik) pada awal bulan lalu. Pihaknya pun berharap pemerintah pusat segera menggodok rencana ini.

Sembari menunggu pembangunan pasar, para pedagang masih dialihkan untuk melapak di kios relokasi. Persisnya di ruas jalan sisi timur pasar. Segelintir pedagang juga mulai berdagang di los yang masih utuh. Yakni, di utara pasar dan kios di sisi selatan.

“Kami masih menyusun DED (detail engineering design), masterplan juga sudah. Kemungkinan DED selesai pada semester pertama tahun ini,” tandasnya.

Sebelumnya, Pasar Kesamben terbakar pada November 2022 lalu. Kebakaran diduga akibat salah satu kios di tengah pasar mengalami korsleting listrik. Dampaknya, ratusan kios dilumat si jago merah. Tak ada korban dalam insiden itu. Kerugian ditaksir mencapai Rp 25 miliar. (luk/c1/hai) Editor : Endah Sriwahyuni
#Kabupaten Blitar #pasar kesamben #Kota Blitar