KABUPATEN BLITAR - Bekas gedung Puskesmas Kanigoro mulai dibongkar kemarin (24/2). Lahan di Jalan Kusuma Bangsa, Kelurahan/Kecamatan Kanigoro, itu rencananya bakal dimanfaatkan untuk melengkapi beberapa sarana penunjang ruang terbuka hijau (RTH) Kanigoro.
Subkoordinator (Subko) RTH Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blitar, Chamim mengungkapkan, sebelumnya bangunan tersebut menghalangi wajah RTH Kanigoro yang terletak persis di belakang puskesmas. Imbasnya, tak sedikit masyarakat yang kurang familier dengan area hijau tersebut.
“Dengan adanya puskesmas itu, RTH seperti mati, tidak kelihatan. Banyak yang belum tahu bahwa di dalamnya bagus, enak buat healing,” ungkapnya kepada Koran ini.
Untuk diketahui, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar sudah merelokasi Puskesmas Kanigoro ke Lingkungan Jajar, Kelurahan/Kecamatan Kanigoro, pada pertengahan tahun lalu. Pemindahan itu lantaran lokasi lama tidak strategis.
Chamim menambahkan, lahan bekas gedung puskesmas itu tidak terlalu luas, tetapi bisa difungsikan sebagai branding melalui pemasangan nama RTH. Apabila masih memungkinkan, lanjut dia, pihaknya bakal menambah area parkir sehingga tak ada kendaraan yang mengganggu di dalam RTH.
“Sebelumnya direncanakan untuk parkir. Sedangkan tulisan RTH itu konsepnya bisa buat spot foto. Menyala saat malam, siang tetap rapi,” sambungnya.
Pembangunan item tersebut nantinya bakal menelan anggaran sekitar Rp 80 juta yang bersumber dari APBD 2023. Realisasinya diperkirakan mulai April mendatang. “Sekarang masih mematangkan konsepnya,” imbuhnya.
Kepala Dinkes Kabupaten Blitar dr Christine Indrawati membenarkan, penggusuran gedung bekas tersebut tengah berlangsung. Eksekutornya yakni pihak Puskesmas Kanigoro. Dari pembongkaran itu, lanjut dia, masih ada beberapa struktur bangunan yang ingin dimanfaatkan.
“Sudah bukan kewenangan dinkes lagi. DLH yang nanti mempergunakan,” tandasnya. (luk/c1/hai) Editor : Endah Sriwahyuni