Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Putri Agung Megasari Mulai Selami Dunia VO

Endah Sriwahyuni • Senin, 27 Februari 2023 | 16:50 WIB

KOTA BLITAR - Terjun di dunia public speaking menjadi pilihan Putri Agung Megasari. Persisnya pada 2015 lalu, dia memulai terjun di dunia olah suara tersebut. Awalnya, dia hanya diminta untuk menjadi master of ceremony (MC) di suatu acara. Lambat laun, kemampuan berbicara di depan umum berkembang.

Perempuan asal Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, ini belajar public speaking secara otodidak. Hal ini tidak hanya MC, tetapi dia juga berlatih menjadi moderator. “Belajar public speaking itu perlu pembiasaan,” ujar perempuan yang akrab disapa Mega ini.

Percaya diri menjadi poin penting saat terjun di dunia public speaking. Sebab, hal itu menjadi sorotan publik. “Jika tidak percaya diri, penampilan bisa tidak maksimal,” terangnya.

Menurutnya, suasana tenang dan mood yang baik harus dimiliki seorang MC. Sesuatu yang positif akan tersirat melalui ekspresi. “Dengan begitu, jalannya acara bisa terasa maksimal,” aku perempuan 26 tahun ini.

Pun ketika menjadi moderator, percaya diri serta menjaga mood tetap menjadi nomor satu. Terpenting, moderator juga harus paham materi dan konsep acara sehingga mampu berkomunikasi dengan semua elemen. Berawal dari itulah, Putri -sapaan akrabnya- berusaha untuk mengeksplorasi kemampuannya.

Putri lantas menyelami bidang lain yang tidak jauh dari olah vokal, yakni voice over (VO). Sebenarnya, dia sudah tertarik dengan VO sejak 2021 lalu. Bahkan, dia sempat ikut kelas VO untuk mengembangkan potensinya. “Saya masih memerankan beberapa proyek sebagai VO,” tuturnya.

Baginya, menjadi MC maupun VO sama beratnya. Terdapat kesulitan pada tiap bagiannya. Saat menjadi MC harus pandai menyesuaikan suasana. Bisa menggunakan konsep sendiri, asalkan suasana bisa mengalir. Sementara saat menjadi VO harus menuruti konsep yang diinginkan klien. “Bagiku, VO butuh effort yang lebih besar,” tandasnya. (mg1/c1/sub) Editor : Endah Sriwahyuni
#master of ceremony #Kabupaten Blitar #Putri Agung Megasari #dunia voice over #mc #Kota Blitar