Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Lebih Dekat dengan Sunari, Kolektor Land Rover Asal Kecamatan Ponggok

Endah Sriwahyuni • Kamis, 2 Maret 2023 | 17:41 WIB

KABUPATEN BLITAR - Kokoh dan unik menjadi alasan Sunari klangenan dengan mobil Land Rover. Di era 90-an, mobil 4-WD ini biasa dirongsokkan. Namun sekarang, mobil buatan Inggris ini mulai diburu orang. Harganya pun sangat fantastis.

“Kelak ekonomi negeri ini mapan dan akan banyak kolektor mobil. Hanya, belum bisa dikatakan kolektor jika di garasinya belum ada Land Rover,” ucap Sunari lantas tartawa, kemarin (1/3).

Sembari mengelus-elus Land Rover produksi tahun 1961 kesayangannya, pria 60 tahun ini mengungkapkan bahwa kalimat tersebut merupakan pesan dari Presiden Soekarno yang juga gandurung dengan mobil fabrikan Inggris ini. Itu pula yang selama menjadi salah satu motivasi warga Desa Kebonduren, Kecamatan Ponggok, ini mengoleksi Land Rover.

Baginya, mobil jenis ini tidak hanya kokoh dan kuat. Namun, karakternya tidak ditemukan di kendaraan lain alias unik. “Sejak kecil memang sudah pengin banget punya Landy (sebutan Land Rover, Red),” katanya.

Defender Series 2 Puma menjadi Landy pertamanya. Itu dibeli pada awal 90-an setelah lama menabung. Kala itu harganya sekitar Rp 6 juta. Boleh dikatakan, itu bukan harga yang mahal untuk ukuran mobil.

Sunari ingat betul, saat itu Land Rover tidak begitu diminati. Selain karena boros, belum banyak ahli yang mampu memperbaiki kendaraan tersebut. Bahkan, di daerah Gandusari, dia pernah melihat chasis mobil ini hanya ditumpuk. Sebagian komponennya telah dijual kiloan ke tukang loak. “Sebelum tahun 2000, Land Rover itu tidak ada yang mau beli. Mobilnya boros, onderdilnya belum ada,” katanya.

Namun, kondisi ini berubah setelah tahun 2000. Pada dekade pertama milenial, pasar mobil lawas ini berubah total. Sebab, onderdilnya sudah diproduksi ulang. Komunitas-kompunitas kendaraan lawas bermunculan sehingga mobil tersebut menjadi buruan.

Seiring permintaan pasar, harganya pun merambat naik. Selain onderdil yang lengkap, bengkel-bengkel modifikasi otomotif semakin menjamur. Akibatnya, mobil lawas ini bisa disulap menjadi kendaraan yang tidak hanya garang, tetapi juga keren saat mengaspal di jalanan. “ Dulu gak laku, sekarang kalau Defender Series 2 Puma ini saya lepas dengan harga Rp 250 juta pasti banyak yang minat,” ungkap Sunari.

Soal perawatan kendaraan, Sunari tidak begitu khawatir. Selain banyak ahli otomotif yang bisa memberikan servis untuk kendaraan lawas tersebut, menurutnya, kendaraan tersebut tetap akan enak digunakan selama tidak dianggurkan.

Kini ada belasan Landy di garasi rumahnya. Mulai dari produksi 61, hingga yang cukup anyar keluaran tahun 2014 silam. Hargnya juga tidak main-main. Tidak hanya ratusan juta, beberapa koleksinya kini dibanderol hingga lebih dari Rp 1,5 milar.

Kendati banyak yang canggih. Sunari lebih demen menunggangi Defender Series 2 Puma miliknya. Bukan hanya karena itu kendaraan pertamanya, melainkan juga ada nostalgia saat mengendari motor lawas tersebut. “Suspensinya memang masih pakai pelat, tapi rasanya tetap nyaman,” katanya. (*/c1/hai) Editor : Endah Sriwahyuni
#Kabupaten Blitar #mobil land rover #mobil lawas #kolektor land rover #Kota Blitar