Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Stok Menipis, Operasi Pasar Dibatalkan

Endah Sriwahyuni • Jumat, 3 Maret 2023 | 17:06 WIB

KOTA BLITAR – Operasi pasar di Bumi Penataran mendadak dihentikan. Usut punya usut, itu karena stok atau kondisi cadangan beras Bulog kini menipis. Akibatnya, upaya menstabilkan harga barang kebutuhan pokok urung diwujudkan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Blitar Eka Purwanta membenarkan, kegiatan operasi pasar untuk tiga hari mendatang dibatalkan. Alasannya, pembatalan operasi pasar ini akibat stok beras menipis sehingga tidak memungkinkan untuk melakukan operasi pasar di tiga titik, yakni di Kecamatan Kanigoro, Srengat, dan Talun. “Pembatalan kegiatan ini merujuk pada surat edaran dari gubernur,” ujarnya kemarin (1/3).

Dia mengungkapkan, beras yang digunakan dalam operasi pasar ini adalah beras impor. Menurutnya, impor beras bertujuan untuk memenuhi cadangan beras pemerintah (CBP). Selain itu juga untuk intervensi stabilisasi harga. “Penggunaan beras impor ini hanya sampai akhir Februari, jadi untuk Maret sudah tidak bisa menggunakan beras impor ,” paparnya.

Kendati begitu, Eka mengatakan, harga kebutuhan pokok masih terjangkau untuk masyarakat. Terlebih dalam waktu dekat sudah memasuki musim panen. “Kalau di pasar masih ada, berarti stok beras sekarang aman. Sekarang juga sudah mendekati masa panen,” akunya.

Dia memaparkan bahwa telah menjalankan operasi pasar pada dua minggu lalu. Pihaknya telah melakukan kegiatan tersebut di empat titik. Yakni, di Kecamatan Kesamben, Kecamatan Kademangan, Kecamatan Sutojayan, dan Kecamatan Wlingi. “Sementara tiga titik yang dibatalkan di Kecamatan Kanigoro, Kecamatan Srengat, dan Kecamatan Talun.” paparnya.

Eka menyebutkan, biasanya pada setiap operasi pasar selalu menyediakan dua ribu pak beras medium berukuran 5 kilogram. Selain itu, ada juga beras Setra Ramos sebanyak 100 pak. “Jumlah beras menyesuaikan kondisi beras yang tersedia,” tambahnya.

Eka mengaku, menstabilkan harga adalah tugas pemerintah. Namun, pihaknya belum bisa memastikan penjadwalan ulang operasi pasar ini. “Kami selalu mengupayakan, mungkin mendekati bulan puasa nanti,” katanya.

Lanjut dia, beras yang dihasilkan Kabupaten Blitar ini berkualitas tinggi. Hal ini dibuktikan dari tingginya ekspor beras. Akibatnya, stok beras yang ada di lokal Blitar menjadi minim. “Selama stok di pasar normal, kami memastikan kebutuhan masyarakat aman,” tandasnya. (mg1/c1/hai) Editor : Endah Sriwahyuni
#stok menipis #Kabupaten Blitar #operasi pasar #pasar murah #Kota Blitar