KABUPATEN BLITAR – Pesisir pantai selatan di Blitar masuk kawasan berpotensi tsunami. Berdasarkan pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat potensi pergerakan lempeng besar di wilayah pantai selatan. Salah satunya adalah lempeng tektonik yang sangat dalam.
Ada sejumlah pantai yang berada di wilayah Blitar Selatan. Nah, Pantai Tambakrejo menjadi titik yang paling tinggi berpotensi tsunami. “Ya, wilayah Tambakrejo memang berpotensi bencana alam paling tinggi,” jelas Kalaksa BPBD Kabupaten Blitar Ivong Bettryanto kepada Koran ini, kemarin (7/3).
Karena itu, mitigasi bencana tsunami wajib ditingkatkan di wilayah yang berpotensi tsunami. Ada skema penyelamatan yang bisa diterapkan ketika terjadi tsunami. “Skemanya, 20 detik, 20 menit, 20 meter. Artinya, warga pesisir harus siaga setelah early warning system (EWS) berbunyi 20 detik. Setelah itu, warga mengungsi di bawah waktu 20 menit menuju titik evakuasi setinggi 20 meter,” terang pria berkacamata ini.
Berdasarkan prediksi BMKG, kecepatan terpaan tsunami di Pantai Tambakrejo bisa melebihi waktu skema ideal simulasi bencana alam. Kecepatan angin dan kedalaman tektonik memengaruhi daya seretan arus tsunami ke bibir pesisir pantai. Kecepatannya mencapai 16 menit di bawah skema penyelamatan bencana.
Di sisi lain, lanjut Ivong, titik evakuasi berjarak 1 kilometer dari bibir pantai. Jalannya yang berkelok dan menanjak memakan waktu 20 menit untuk mencapai ke puncak. Makanya diperlukan latihan penanggulangan bencana untuk mengatasi hal itu. “Kalau masyarakat tidak panik dan sigap, pasti bisa selamat,” tegasnya.
Nah, guna mendukung mitigasi bencana alam berupa tsunami diperlukan sarana dan prasarana (sarpras) memadai. Rencananya, Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) V Surabaya bersiap untuk memenuhi sarpras pendukung tersebut. Salah satunya dengan menyediakan alat utama sistem pertahanan (alutsista) selama status siaga tsunami. “Alat-alat itu juga akan kami turunkan dalam latihan penanggulangan bencana selama satu minggu,” jelas Kepala Dinas Potensi Maritim Angkatan Laut (Kadispotmaral) Laksma TNI Suradi Agung, di sela persiapan simulasi penanggulangan bencana tsunami di Pantai Tambakrejo kemarin.
Sarana yang disiapakan berupa perahu patroli keamanan laut (patkamla) Pulau Ismoyo yang sudah dioperasikan di beberapa titik pesisir Tambakrejo. Selain untuk patroli keamanan, perahu itu juga biasa digunakan untuk mengamati kondisi laut. Peralatan lainnya berupa perahu karet milik BPBD, seperangkat alat pertolongan pertama, dan pelampung penyelamatan.
Suradi menjelaskan, latihan penanggulangan bencana alam itu dilaksanakan mulai hari ini. TNI melibatkan aparat keamanan terkait bersama warga sekitar, terutama nelayan di pesisir Pantai Tambakrejo. ”Yang kita antisipasi adalah tsunami. Materinya meliputi penyebab terjadinya tsunami hingga cara evakuasi,” tandasnya. (sub/c1) Editor : Endah Sriwahyuni