KOTA BLITAR – Menjelang Ramadan, kepolisian bakal gencar operasi keamanan dan ketertiban. Aparat penegak hukum itu akan menyisir wilayah rawan, terutama yang banyak petasan.
Selain itu, juga sosialisasi mengenai bahaya petasan kepada lapisan masyarakat. “Ada 40 titik yang menjadi sasaran operasi kami. Prioritas ada di wilayah Ponggok,” jelas Kasatbinmas AKP Budi Agus, kemarin.
Pihaknya bersama Polsek Ponggok melakukan patroli keliling dan penyisiran. Wilayah tersebut masih dalam pengawasan kepolisian pascaledakan di Dusun Tegalrejo, Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, beberapa waktu lalu. Ledakan tersebut merenggut nyawa empat orang dan merusak sedikitnya 33 rumah.
Untuk memberikan efek jera, polisi mengunjungi rumah warga satu per satu. Memastikan adakah warga yang menyimpan bahan petasan secara sembunyi-sembunyi di rumah. Warga diminta untuk menuliskan surat pernyataan tidak menyalakan petasan di momen Ramadan maupun Idul Fitri.
Tidak hanya di kecamatan Ponggok, wilayah lain yang rawan petasan juga disisir. Di antaranya, Kecamatan Udanawu, Wonodadi, Srengat, hingga wilayah kota. Cangkupan titik operasi wilayah kota dilakukan di tiga kecamatan besar di kota. Polisi juga mendatangi kawasan rumah warga, sekolah, dan tempat umum.
Operasi itu, lanjut Agus, juga disisipi muatan sosialisasi mengenai pergaulan bebas, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), dan narkotika. Penentuan titik operasi itu berdasarkan jumlah laporan yang diterima terkait potensi tindak pidana. Untuk wilayah kota, mayoritas penindakan terbanyak adalah pergaulan bebas, KDRT, dan narkotika.
Sementara untuk wilayah luar kota, mayoritas penindakan berupa petasan, pencurian, dan kekerasan. Operasi yang dikenal dengan operasi bina kusuma itu diharapkan bisa membuat situasi lebih kondusif memasuki bulan puasa. “Jika nanti ada pelanggaran, kami berikan sanksi. Semoga dengan begitu Ramadan ini bisa kondusif dan damai,” harapnya. (sub/c1) Editor : Endah Sriwahyuni