Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Maksimalkan Cadangan Air selama Kemarau

Endah Sriwahyuni • Kamis, 9 Maret 2023 | 20:53 WIB

KABUPATEN BLITAR - Flushing di sejumlah waduk ataupun bendungan tak sekadar untuk membersihkan endapan lumpur. Ada fungsi lain, salah satunya untuk memaksimalkan penampungan air. Terlebih untuk persiapan kemarau.

Hal ini juga berlaku di Kabupaten Blitar. Perum Jasa Tirta I mulai flushing waduk Wlingi dan Lodoyo sejak Minggu (5/3). Rencananya, kegiatan tersebut berlangsung hingga Sabtu (11/3) nanti.

Flushing merupakan upaya pemeliharaan waduk. Yakni, mengosongkan tampungan serta menggelontorkan sedimen. Itu untuk mengembalikan volume efektif waduk. Banyaknya sedimentasi membuat volume tampungan waduk semakin berkurang. Ini dapat menurunkan kemampuan waduk sebagai pengendali banjir sekaligus penyimpan cadangan air selama musim kemarau.

Plt Direktur Utama sekaligus Direktur Operasional PJT I, Milfan Rantawi mengatakan, untuk menentukan waktu pelaksanaan flushing, pihaknya mempertimbangkan kondisi cuaca. Begitu juga dengan cadangan ketersediaan air di sistem Sungai Brantas. Ini untuk mengantisipasi kurangnya debit inflow untuk pengisian waduk pasca-flushing.

“Jangan sampai waduk tidak bisa kembali terisi sesuai pola yang ditetapkan, sehingga akan mengakibatkan stop operasi PLTA (pembangkit listrik tenaga air) maupun irigasi,” ujarnya kemarin (8/3).

Dia melanjutkan, Jasa Tirta I juga memantau kualitas air sungai. Baik sebelum maupun pada saat pelaksanaan flushing. Kondisi kualitas air setelah pelaksanaan flushing umumnya akan membaik dibandingkan sebelumnya. Sebab, saat penggelontoran, sedimen dan nutrien yang mengendap di dasar waduk dan sungai kembali mengalir. “Dan secara alami memecah konsentrasi kandungan yang berlebih, sehingga sungai kembali mampu mempurifikasi dirinya,” imbuhnya.

Dia berharap hasil flushing dapat mengoptimalkan suplai air irigasi Lodagung dan Tulungagung Timur seluas 13.000 hektare. Selain itu, memperlancar operasi PLTA Wlingi dan Lodoyo dengan kapasitas pembangkitan total sebesar 58,7 MW. “Tujuan utama flushing adalah untuk mengembalikan volume efektif Waduk Wlingi serta long storage Bendung Lodoyo. Sehingga fungsi kedua infrastruktur SDA ini dapat kembali optimal,” jelasnya. (sub/c1/wen) Editor : Endah Sriwahyuni
#Kabupaten Blitar #cadangan air musim kemarau #bendungan serut #flushing #pladu waduk