Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Sastra Dewi Maharani, Bassis Asal Srengat

Endah Sriwahyuni • Senin, 13 Maret 2023 | 16:42 WIB

Sastra Dewi Maharani tertarik di dunia tarik suara sejak kecil. Tak hanya paiawai menyannyi, kini dia juga terampil menggunakan alat musik.

Bercita-cita menjadi seorang penyanyi membuatnya semangat untuk terus berlatih. Tak jarang dia turut mengisi acara di desanya. Baginya, menyanyi bisa meningkatkan mood. Selain itu, bernyanyi dapat dijadikan sebagai sarana untuk meluapkan emosi. “Saat senang, sedih, ataupun marah, bisa jadi tersampaikan,” ujarnya.

Perempuan asal Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat, ini mengenal alat musik dari sang ayah. Maklum saja, sang ayah adalah seorang musisi di Bumi Penataran. Dia juga sangat mendukung anaknya terjun ke dunia musik. “Saya dikenalkan dengan dunia musik sejak kecil. Sehingga secara tidak langsung saya terbiasa,” kata perempuan ramah ini.

Awalnya, Sastra hanya iseng diajari alat musik sederhana. Yakni, piano dan gitar dasar. Memiliki harapan besar untuk bisa bermain alat musik, membuat Sastra rutin berlatih dengan semangat. Meskipun dia juga pernah berhenti berlatih selama beberapa bulan lantaran tidak mudah memainkan alat musik. “Saya masih merasa kesulitan mempelajari alat musik,” akunya.

Saat duduk di bangku madrasah tsanawiyah, Sastra ditawari mengikuti lomba band oleh gurunya. Saat itu, dia sangat ragu untuk ikut. Sebab, lomba yang akan diikuti tingkat provinsi. Selain itu, posisi bassis juga belum begitu dikuasainya. “Saya belum pernah memainkan dan tidak paham,” paparnya.

Sastra berlatih dengan sangat giat. Itu karena dia merasa nama baik sekolah ikut dipertaruhkan dalam lomba tersebut. Bahkan, saat itu jari tangannya sempat melepuh hingga mengelupas. Hal ini akibat latihan ekstrem untuk menguasai bas. “Alhamdulillah saat itu mendapat hasil yang tidak memalukan,” katanya.

Sejak itu, lanjut Sastra, dia menjadi sorotan di panggung. Sebab, dia menjadi satu-satunya bassis perempuan. Hingga kini dia masih giat berlatih bas. Menurutnya, potensi membumi di dunia musik lebih besar saat dia menjadi bassis. “Kalau fokus nyanyi belum tentu bisa bassis,” tuturnya.

Usaha memang tak pernah mengkhianati hasil. Atas kegigihannya dalam berlatih, kini dia telah berhasil memborong juara. Bahkan, Sastra juga sempat mendapat gelar best bassis. “Saya akan terus belajar untuk menjadi lebih baik dan mampu membagikan ilmu ke orang lain,” tandasnya. (mg1/c1/hai) Editor : Endah Sriwahyuni
#bassis wanita #tampil dengan alat musik #sastra dewi maharani #menyanyi #dunia tarik suara