Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Candi Simping dan Keris Umyang Jimbe

Endah Sriwahyuni • Jumat, 17 Maret 2023 | 17:48 WIB

KABUPATEN BLITAR - Tak hanya jadi sentra industri, Kecamatan Kademangan juga memiliki kekayaan budaya dan peninggalan sejarah. Tentunya, ini bisa menjadikan daerah lebih dikenal masyarakat luas.

Camat Kademangan, Yudho Ismaryanto menyebut, salah satu peninggalan sejarah yang terdapat di Kecamatan Kademangan adalah Candi Simping. Peninggalan tersebut menjadi tempat yang bernilai sejarah. Sebab, tempat tersebut merupakan makam Sri Kertarajasa Jaya Wardhana atau yang dikenal dengan Raden Wijaya. “Beliau adalah raja pertama Kerajaan Majapahit. Selain itu, beliau juga pendiri kerajaan yang berada di Mojokerto itu. Sehingga tempat tersebut banyak digunakan masyarakat untuk melakukan rutinan ritual,” katanya.

Candi tersebut terlihat kecil, sebab bangunan candi sudah runtuh. Meskipun kondisinya hanya berupa lantai pondasi, namun bahan dasar batu candi berbeda dari lainnya. Yakni dibangun dengan bahan dasar batu andesit. “Candi ini dikenal sebagai tempat Raden Wijaya diperabukan,” tuturnya.

Yudho melanjutkan, tempat bersejarah ini tidak banyak digandrungi sebagai tempat wisata seperti candi besar lainnya. Mayoritas pengunjung datang untuk melakukan ritual atau penelitian. Meskipun begitu, pelestariannya harus terus dimaksimalkan. “Bagaimanapun adanya candi juga kekayaan yang tidak bisa dimiliki daerah lainnya,” terangnya.

Selain itu, peninggalan Umyang Jimbe juga menjadi kekayaan bersejarah. Konon, keris Umyang Jimbe tersebut dibuat pada era Majapahit oleh Mpu Supo. Kini peninggalan tersebut dipercaya sebagai tempat sakral oleh masyarakat. Tak heran jika banyak yang melakukan ritual di tempat tersebut. “Beragam niatnya, ada yang minta dilancarkan rejeki, dinaikkan pangkat, dan lainnya,” akunya.

Yudho memaparkan, tiap suro, digelar jamasan keris tersebut. Momen penyucian itu dilakukan dengan air bunga yang dilengkapi serangkaian ritual. Biasanya, masyarakat setempat melakukana kirab pusaka mengelilingi desa. “Pada malamnya dilengkapi dengan pagelaran wayang dan jaranan,” bebernya.

Kekayaan budaya berupa kesenian juga banyak di Kecamatan Kademangan. Di antaranya, wayang, jaranan, dan campur sari. Kekayaan budaya tersebut bukan semata karena pemikiran manusia. Melainkan, seni yang tercipta karena sejarah yang pernah terjadi. “Berbicara budaya kesenian ini pasti bersinggungan dengan sejarah,” tuturnya.

Dia menambahkan, budaya dan peninggalan sejarah ini harus selalu dilestarikan. Pihaknya mengaku telah melakukan pemberdayaan masyarakat, utamanya pemuda untuk melestarikan budaya peninggalan. Selain itu, pihaknya juga berupaya untuk menjaga tempat bersejarah di Kecamatan Kademangan. “Kebudayaan dan peninggalan sejarah ini tidak mungkin ada di tempat lain,” tandasnya. (mg1/wen) Editor : Endah Sriwahyuni
#Kabupaten Blitar #keris umyang jimbe #cagar budaya #candi simping #Kota Blitar