Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Heru Wahyudi, Perajin Furnitur dari Barang Bekas

Endah Sriwahyuni • Selasa, 21 Maret 2023 | 19:49 WIB

KABUPATEN BLITAR - Teknologi canggih bisa membawa berkah jika digunakan dengan bijaksana. Itu seperti dilakukan Heru Wahyudi, warga Desa Darungan, Kecamatan Kademangan. Dia berhasil menyulap barang bekas menjadi sumber penghasilan.

Suara gergaji mesin membuat rumah Heru Wahyudi ramai setiap hari. Bekas drum yang sudah tak digunakan itu berserakan di samping rumah. Beberapa di antaranya sudah berbentuk potongan dan telah diwarnai.

Bergelut dengan drum bekas sudah menjadi rutinitas Heru beberapa tahun terakhir. Drum bekas ini menjadi pelampiasan ketika dia mengundurkan diri dari salah satu bengkel tempatnya bekerja. Dia memutuskan keluar dari pekerjaan karena tempat kerjanya mengalami penurunan omzet saat pandemi Covid-19. “Saya resign kerja dan mencoba untuk menghasilkan produk baru di rumah,” ujarnya kepada Koran ini.

Pria asal Desa Darungan, Kecamatan Kademangan, ini memanfaatkan sosial media dengan baik. Video tayangan dari YouTube menginspirasinya untuk membuat produk serupa. Metode amati, tiru, dan modifikasi (ATM) pun lantas dia diterapkan. “Saya belajar membuat kursi dari drum ini secara otodidak,” katanya.

Heru melihat banyak drum yang dijual murah di toko bangunan. Kadang dia juga mendapatkan barang tersebut dari pedagang rongsokan. Menurutnya, barang tak terpakai itu masih dapat dipoles dan dijadikan benda bernilai. Tak hanya bernilai harga, barang tersebut juga bernilai fungsi. “Drum itu unik dan kuat jika dijadikan perabotan rumah tangga,” terangnya.

Produk dari bahan bekas ini masih jarang di lingkungannya. Hal ini menjadikannya lebih tertarik untuk memproduksi. Meskipun belum banyak orderan dari daerahnya, tetapi tak sedikit orderan datang dari luar daerah. Tak heran jika dia sering mengirimkan produknya hingga luar kota. “Sampai saat ini kami telah mengirim pesanan mulai Kediri, Jember, Surabaya, hingga Jogjakarta,” bebernya.

Pria ramah ini selalu mengecek kondisi barang sebelum diolah menjadi furnitur. Baginya, langkah ini sangat penting sebelum membuat produk. Setelah itu, model furnitur harus ditentukan terlebih dahulu. Biasanya, dia menyiapkan pola dan sketsa produk sebelum membuat perabotan rumah tangga ini. “Desain itu penting, meskipun sederhana bisa jadi ciri khas perajin,” paparnya.

Tak jarang dia melibatkan calon konsumen saat proses desain. Sebab, pesanan yang sering diterimanya itu custom. Artinya, konsumen membeli sesuai dengan model yang diinginkan. Tentunya hal tersebut menjadi poin plus bagi Heru di mata para konsumennya. Itu pula yang menjadikan konsumen hilir mudik datang untuk memesan karena dia bisa meminimalisasi kekecewaan konsumen. “Memberikan pelayanan dan produk terbaik kepada pembeli, selalu kami utamakan,” tegasnya.

Baginya, kerumitan setiap desain itu berbeda. Beragam tipe desain yang dia siapkan memiliki estimasi penyelesaian yang berbeda pula. Biasanya, estimasi waktu bisa hanya tiga hari selesai. Namun, bisa juga produksi selesai dalam waktu sebulan. “Estimasi waktu ini menyesuaikan bahan dan jumlah pesanan yang ada,” terang pria ramah ini.

Kesulitan memang pernah dirasakan saat awal belajar. Selain karena bermodal ilmu dari tayangan YouTube, dia belum memiliki partner untuk belajar bersama. Akan tetapi, dia juga optimistis hal itu bukan lagi masalah saat dia sudah terampil. Bahkan, bisa menjadi ladang penghasilan yang menjanjikan. “Bahan bekas yang dibeli dengan harga murah bisa bernilai jual tinggi setelah barang jadi,” katanya.

Heru mengaku, proses pembuatan furnitur dari drum ini tidak cukup sulit. Dengan begitu, bisa menjadi kegiatan untuk mengisi waktu luang, terutama bagi para pemuda. Tak ada salahnya jika belajar sambil mendapatkan uang. Seperti pepatah, sambil menyelam minum air. (*/c1/hai) Editor : Endah Sriwahyuni
#Kabupaten Blitar #drum bekas #sulap barang bekas #Kota Blitar #sumber penghasilan