KOTA BLITAR – Unit pemadam kebakaran menjadi unit terpenting dalam penanganan kebakaran di suatu wilayah. Keberadaan mereka amat dibutuhkan terutama ketika terjadi kebakaran besar.
Tentunya, hal itu juga harus didukung dengan sarana dan prasarana pemadam kebakaran yang mumpuni. Dengan begitu, pemadaman bisa berjalan secara optimal tanpa kendala teknis. Unit Pemadam Kebakaran Kota Blitar pun berusaha untuk memaksimalkan fasilitas pemadam kebakaran yang ada, meski fasilitas mobil pemadam yang dimiliki saat ini tergolong berusia tua.
Seperti yang diungkapkan Plt Kepala Satpol PP Kota Blitar Rony Yoza Pasalbessy. Dia menyadari bahwa fasilitas pemadam kebakaran terutama mobil pemadam belum memadai. “Sebab, beberapa mobil pemadam yang kami punya saat ini tergolong tua. Kami belum bisa melakukan pengadaan karena keterbatasan anggaran,” terangnya.
Karena itu, dia berupaya untuk mengoptimalkan fasilitas yang ada. Carannya, merawat mobil pemadam yang sudah tua itu secara berkala. “Pemeriksaan mesin dilakukan secara rutin. Jangan sampai di tengah perjalanan tiba-tiba kendaraan mogok. Hal ini tentu menjadi kendala,” ujarnya.
Makanya, pemeliharaan terhadap mobil pemadam kebakaran terus dilakukan. Saat ini terdapat sedikitnya empat unit mobil pemadam kebakaran yang dimiliki. Sejauh ini, belum ada gangguan berarti dari sejumlah mobil pemadam tersebut.
Jika terjadi kerusakan, pihaknya meminta untuk segera memperbaikinya. Pasalnya, mobil pemadam kebakaran menjadi fasilitas yang amat penting untuk menangani kebakaran dan mencegah resiko kerugian yang besar. Apabila harus membeli mobil pemadam baru tentunya membutuhkan anggaran yang cukup besar hingga miliar rupiah.
Selain itu, UPT pemadam kebakaran juga kekurangan tenaga pemadam. Jumlah tenaga pemadam kebakaran yang ada saat ini belum ideal. “Apalagi tahun ini ada beberapa personel yang pensiun. Kami berharap ada tambahan. Jika nanti ada anggaran, kami akan menambah personel,” terangnya.
Namun, jika belum bisa menambah personel, Satpol PP berupaya memanfaatkan tenaga outsourcing atau tenaga kontrak. Mereka yang memiliki komitmen dan siap untuk membantu tugas pemadam kebakaran. “Saat ini personel damkar ada 19 orang. Sebagian merupakan PTT (pegawai tidak tetap, Red). Jumlahnya ada empat orang. Sementara lainnya sudah diangkat PNS,” tandasnya. (sub) Editor : Endah Sriwahyuni