KOTA BLITAR – Penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada warga kurang mampu atau miskin terus menjadi perhatian legislatif. Sebab, belum semua warga miskin tercover bansos.
Karena itu, legislatif terus berkoordinasi dengan dinas sosial (dinsos) selaku penyalur bansos. Memastikan semua warga miskin yang ada di daerah tercover bansos, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.”Kami nanti akan turun langsung ke lapangan bersama dinsos untuk mengecek dan memastikan penyaluran bansos apakah sudah tepat sasaran atau belum,” terang Ketua Komisi 2 DPRD Kota Blitar Yohan Tri Waluyo kepada koran ini, kemarin (23/3).
Yohan mengungkapkan, sering menerima keluhan dari masyarakat terkait warga miskin yang belum menerima bansos. Saat itu, pihaknya langsung meneruskan kelurahan tersebut ke dinsos agar segera ditindaklanjuti. “Tidak hanya saya, tetapi juga teman-teman dewan yang lain,” terang politisi Partai Gerindra ini.
Menurutnya, masih ada warga miskin yang belum tercover bansos. Namun, pihaknya belum bisa memastikan jumlahnya. Yang pasti, ketika ditemukan hal tersebut, komisi 2 langsung melaporkan temuan itu. ”Harapan kami agar dinsos segera menindaklanjutinya. Memasukkannya kepada daftar penerima bansos,” terangnya.
Komisi 2 meminta dinsos untuk terus melakukan verifikasi data penerima bansos. Jangan sampai ada warga penerima yang menerima bansos dobel. Karena itu, upaya dinsos dengan menempel stiker penerima bansos di rumah cukup efektif. Dengan begitu, bansos bisa benar-benar tepat sasaran.
Penempelan stiker juga sebagai upaya untuk mendeteksi penerima bansos. Terbukti, banyak penerima yang menyatakan mundur dari penerima bansos karena sudah mampu. “Dari situ kan bisa diketahui bahwa ada warga mampu yang menerima bansos,” terangnya.
Penurunan jumlah penerima bansos itu terlihat pada penerima beras sejahtera daerah (rastrada) Kota Blitar. Ketika tim turun lapangan untuk mengecek baru diketahui ada penerima bansos yang tergolong mampu. “Ya, semoga dengan penempelan stiker, penyaluran bantuan bisa tepat sasaran,” tandasnya. (sub) Editor : Endah Sriwahyuni