Seperti diketahui, PT An Namiroh Travelindo sudah berpengalaman sebagai biro perjalanan haji ataupun umrah. Nah, Ramadan tahun ini, para jemaah menggunakan Paket Umrah Arbain atau keberangkatan Ramadan 16 hari.
Dalam Paket Umrah Arbain, para jemaah selama sembilan hari berada di Madinah. Tujuannya, bisa melaksanakan salat selama 40 waktu secara berturut-turut dan tidak boleh kosong. Dalam sehari semalam, perhitungan ibadah ada salat wajib lima waktu. “Ibadah tersebut dilaksanakan di Masjid Nabawi, Madinah Al Mukarramah,” ujar Konsultan Haji dan Umrah, Nuri Sakti, kemarin (24/3).
“Harapannya pembiasaan tersebut dapat berlanjut ketika sudah kembali ke tanah air,” imbuhnya.
Terkait biaya umrah, tak dapat dipungkiri ada kenaikan. Sebab, harga hotel dan akomodasi juga melonjak. Kenaikan tarif berdasarkan kebijakan pemilik hotel di Arab Saudi. Awalnya, tarif hotel dan akomodasi hanya sekitar Rp 35-36 juta, tetapi saat ini mencapai Rp 42 juta. “Tentunya hal ini menjadi kendala bagi kami semua,” kata wanita ramah itu.
AMANAH: Para jemaah umrah berpose bersama saat berada di Tanah Suci. (NURI SAKTI FOR RADAR BLITAR)
Jika modal agensi sedikit, lanjut Nuri, pasti akan keteteran. Sebab, belum tentu semua agensi siap dengan kondisi yang terjadi. Tidak jarang mereka yang telah tiba di Tanah Suci, jika tidak mampu akan diinapkan di rumah kontrakan ataupun apartemen yang tersedia. Kenaikan biaya juga terjadi terhadap maskapai penerbangan. Penerbangan yang semula dari Surabaya ke Jeddah, kini dialihkan dari Surabaya ke Madinah.Pihaknya memastikan jemaah yang berangkat mendapat tempat tinggal yang sesuai dengan kesepakatan awal.
“Alhamdulillah, berkat adanya jasa konsultan ini para jemaah dapat terfasilitasi, jika berkenan bisa menghubungi 0818-0516-5765 (Nuri Sakti)," terangnya.
Menurut dia, pelaksanaan umrah saat Ramadan membutuhkan kesabaran. Sebab, kebijakan yang diterapkan pihak Arab Saudi dapat terjadi secara mendadak. Karena itu harus siap menjalaninya. Termasuk kenaikan tarif.
Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri. Baik dari jemaah maupun agensi yang menjadi penanggung jawab. Meski begitu, antusiasme dari jemaah begitu besar. Sebab, keutamaan umrah pada saat Ramadan cukup besar. Yakni, seperti menunaikan haji bersama Rasulullah.
“Semua kembali kepada keimanan masing-masing, banyak yang berangkat karena fadilahnya sangat besar,” tandasnya. (srf/mg1/c1/wen) Editor : Endah Sriwahyuni