Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Perajin Batik Harus Paham Digital Marketing

Endah Sriwahyuni • Senin, 27 Maret 2023 | 17:55 WIB

KOTA BLITAR – Potensi industri batik di Kota Blitar terus berkembang. Tak sedikit perajin batik dari skala kecil, menengah, hingga besar berlomba-lomba memproduksi batik untuk dijual ke luar daerah.

Apalagi, perkembangan teknologi informasi memudahkan perajin batik untuk memasarkan produknya secara daring (dalam jaringan) atau online. Mau tidak mau, perajin batik harus mengikuti perkembangan pemasaran digital. “Jadi, selain kreatif dan produktif, perajin batik juga harus menjalankan digital marketing,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar, Hakim Sisworo.

Menurut Hakim, pemasaran digital terhadap produk diperlukan saat ini. Melalui pemasaran digital, produk batik perajin daerah bisa diketahui secara luas. Peluang produk dilirik oleh konsumen luar daerah bahkan luar negeri terbuka lebar. ”Makanya, pembinaan kepada perajin batik tentang digital marketing terus dilakukan. Sehingga perajin semakin berkembang wawasan pemasarannya,” ujarnya.

Saat ini terdapat lebih dari 30 pelaku industri batik di Kota Blitar. Mulai dari skala kecil maupun menengah. Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar berupaya membina para pelaku industri batik tersebut agar semakin berkembang dan inovatif. Selain itu, memfasilitasi mereka dengan peralatan membatik yang berbasis teknologi sehingga mampu meningkatkan jumlah produksi.

Di samping itu, pemkot juga menggelar event bertema batik sebagai ruang bagi perajin batik untuk mempromosikan produknya. Bahkan, mengadakan lomba membuat motif batik khas Kota Blitar. ”Bagi peserta yang menang lomba, karya motifnya nanti kami daftarkan ke HAKI (Hak Kekayaan Intelektual, Red). Motifnya kami jadikan ikon seragam Kota Blitar. Kami ingin industri batik ini jadi pengungkit ekonomi daerah,” kata pria ramah ini.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Blitar Agus Zunaedi mengatakan, pemkot harus memperhatikan nasib para pelaku industri kecil maupun menengah. Tidak hanya perajin batik, tetapi juga pelaku usaha lainnya. “Semua pelaku industri baik skala kecil maupun menengah harus mendapat perhatian yang sama. Pemkot harus mendorong mereka agar bisa berkembang lebih baik untuk pertumbuhan ekonomi,” tandas politikus PPP ini. (sub/c1) Editor : Endah Sriwahyuni
#potensi industri batik kota blitar #pengrajin batik #Kabupaten Blitar #produksi batik #Kota Blitar