KABUPATEN BLITAR - Reptil merupakan salah satu jenis hewan melata maupun merayap. Jenis hewan berdarah dingin dan bersisik, itu ternyata bisa juga dipelihara. Namun, tidak semuanya. Terlebih, reptil yang ramah terhadap anak-anak.
Karena itulah, edukasi reptile kepada anak-anak amat penting. Sejak dini, mereka harus diberikan pengetahuan mengenai hewan reptil. Mana jenis yang aman dan berbahaya untuk anak.
Pecinta reptil Novan Coklat mengatakan, mengenalkan berbagai jenis reptil kepada anak sangat baik. Mereka bisa mengetahui secara mendalam tentang reptil. ”Apalagi bisa menyentuhnya secara langsung. Selama ini, anak-anak kan hanya bisa melihat lewat gambar atau internet,” terang anggota Komunitas Blitar Timur Sahabat Satwa (BTSS) ini.
Melalui edukasi reptil, jelas dia, anak-anak diajak untuk memahami sejumlah jenis reptil. Khususnya reptil yang hidup di sekitar lingkungan tempat tinggal. Baik itu ular, kadal, hingga tokek. ”Anak-anak juga diberi pemahaman bagaimana cara mengatasi reptil liar ketika dalam kondisi darurat. Misalnya, ada ular yang tiba-tiba masuk ke rumah,” ungkapnya.
Selain itu, orang tua (ortu) juga harus memahami bagaimana cara memerlakukan reptil liar tersebut. Jangan sampai, ketika menemukan reptil ataupun ular liar langsung dibunuh. Sebisa mungkin, reptil tersebut ditangkap hidup-hidup dan dibuang jauh dari pemukiman.
Melalui edukasi reptil, BTSS berupaya meluruskan dan memutuskan pemikiran sebagian besar orang jika reptil itu takut sama garam ataupun yang mengaitkannya dengan klenik. ”Itu semua tidak benar menurut ilmiah,” ujarnya.
Maka itu, anak-anak maupun ortu juga harus mengetahui lebih banyak mengenai jenis, karakter, dan habitat dari reptil tersebut. Apabila di tengah jalan menemukan reptil liar yang berbahaya, minimal bisa mengatasi. “Atau jika merasa takut, langsung tinggal pergi saja,” jelas pria 26 tahun ini.
Nah, Gecko atau tokek alias cicak besar bisa menjadi alternatif peliharaan bagi anak-anak. Reptil tersebut merupakan reptil yang ramah bagi kalangan anak. Artinya, hewan yang masuk kategori tidak berbahaya. “Kalaupun digigit, tidak terasa sakit, justru serasa geli. Pakannya pun juga mudah dicari. Yakni, cukup diberi jangkrik 1 ekor dalam sehari,” tandasnya. (sub) Editor : Endah Sriwahyuni