KABUPATEN BLITAR – Normalisasi dan pelebaran Kali Bogel belum sepenuhnya mampu mengendalikan banjir di wilayah Kecamatan Sutojayan. Sebab, banjir dan pemicu genangan air tidak hanya karena air kiriman dari wilayah Kecamatan Panggungrejo dan sekitar.
Informasi yang berhasil dihimpun Koran ini, hujan yang melanda Bumi Penataran beberapa hari terakhir mengakibatkan air naik dan menggenang di Desa Jinggolong, Kecamatan Sutoyajan. Tidak hanya mobilitas warga yang tersendat, kerugian ekonomi juga dialami oleh warga setempat.
“Banyak kolam ikan milik warga yang tergenang. Akibatnya, ikan-ikan pun berhamburan. Punya saya ada tiga kolam gurami yang lepas, ya mungkin belum rezeki,” ujar warga setempat, Muhammad Rifa’i, kemarin (26/3).
Dia mengungkapkan, banjir atau genangan air sudah menjadi hal biasa bagi warga Desa Jingglong. Sebab, nyaris setiap tahun hal itu terhadi. Meski tidak begitu dalam, kondisi ini tak pelak mengakibatkan beberapa kerugian warga. “Sampai hari ini masih hujan dan cukup deras juga. Karena ikan-ikan lepas, banyak pemuda yang saat ini memancing,” ucapnya tak berdaya.
Genangan atau banjir di wilayah ini bukan karena luapan Kali Bogel. Sebaliknya, ada beberapa sungai kecil yang konon di bawah naungan Balai Bebesar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Diduga, sedimentasi di sungai tersebut sudah cukup parah sehingga tidak mampu menampung debit air sungai saat hujan tiba.
Rifa’i mengaku, sungai kecil tersebut membawa air dari wilayah Desa Kaulon dan Kelurahan Jegu, Kecamatan Sutoyajan. Hampir dipastikan saat hujan dengan intensitas tinggi, wilayahnya tersebut menjadi langganan banjir karena kiriman air dari dua wilayah tersebut. “Sejak saya lahir, rasanya belum pernah ada normalisasi di sungai di wilayah BBWS yang ada di belakang rumah ini,” katanya.
Karakter genangan dan banjir di desa ini sebenarnya tidak begitu parah. Dengan catatan, debit air di Kali Bogel tidak terlalu tinggi.
Pria yang juga anggota dewan ini berencana berangkat ke Surabaya. Dia paham hal ini bukan menjadi kewenangan pemerintah daerah. Karena itu, BBWS menjadi target masyarakat setempat untuk mengadukan hal tersebut. “Sungai kecil-kecil milik BBWS sudah dangkal. Selama musim penghujan ini sudah dua kali ada banjir dan genangan. Yaitu, pada Desember tahun kemarin dan Maret ini,” jelas dia. (hai/c1) Editor : Endah Sriwahyuni