Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tradisi Ngaji Pasan, Bentuk Karakter agar Taat Beribadah

Endah Sriwahyuni • Selasa, 28 Maret 2023 | 16:58 WIB

KOTA BLITAR - Banyak dilakukan untuk meraup pahala selama Ramadan. Salah satunya ikut ngaji pasan. Kegiatan ini biasa dilakukan di pondok pesantren (ponpes). Uniknya, peseta ngaji pasan juga berasal dari satri luar ponpes alias masyarakat sekitar.

Tak hanya anak-anak, orang dewasa bisa ikuti ngaji pasan. Tentu saja, ini membuat kegiatan di ponpes lebih banyak dibanding hari biasa. “Sehingga momen bulan ramadan digunakan untuk beribadah penuh,” ujar Kasi Pendidikan Diniyah Pondok Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Blitar, Mukhroji, kemarin (27/3).

Mukhroji mengatakan, tiap ponpes memiliki aturan tersendiri untuk ngaji pasan. Ada yang mengkhususkan bagi para santri. Namun tak jarang ponpes juga menerima santri dari luar. “Biasanya pondok menyesuaikan kondisi dan ketersediaan fasilitas,” paparnya.

Nah, selama mengikuti ngaji pasan, para santri akan mengikuti beragam kegiatan. Di antaranya salat wajib dan salat sunah berjamaah, mengaji kitab, khataman Alquran, dan amaliah. Para santri, khususnya yang masih baru, juga diajarkan berbagai hal kehidupan di ponpes. Semua itu dilakukan secara terus menerus sehingga akan menjadi kebiasaan yang baik. Tentu, ini bisa membentuk karakter diri menjadi lebih taat dalam beribadah. “Pengajaran ini dilakukan dengan menyesuaikan kondisi santri,” tutur Mukhroji.

Mukhroji menambahkan, pengawasan ngaji pasan dilakukan Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP). FKPP menjadi sarana untuk menjembatani pengurus ponpes dengan kemenag. Dengan begitu, keberadaan FKPP penting, termasuk dalam hal pengawalan dan pengawasan. “FKPP harus menyampaikan informasi dari pemerintah ke ponpes,” jelasnya.

Selain itu, pengurus ponpes wajib memberikan informasi kepada para santri. Yakni, mengenai kewajiban dan larangan selama di ponpes. Pengurus ponpes wajib mengecek barang bawaan santri baru. “Tujuannya, agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” tandasnya. (mg1/wen) Editor : Endah Sriwahyuni
#Kabupaten Blitar #ramadan #pondok pesantren #Kota Blitar #kegiatan pondok pesantren #ngaji pasan