KOTA BLITAR - Sejak kecil, Vadara Jinggalangit Rizkhi sudah tertarik dengan dunia seni rupa. Perempuan 24 tahun ini masuk jurusan seni rupa di sekolah menengah kejuruan (SMK) demi mengembangkan bakatnya. Kini dia bergabung di sanggar tari Patria Loka sebagai desainer kostum.
Desain motif batik itu berhasil diselesaikannya dalam waktu tiga hari. Batik karyanya yang diberi nama Prabha Balitar sukses membawanya sebagai juara pertama lomba desain batik Kota Blitar beberapa waktu lalu. “Saya tidak menyangka bisa juara, apalagi sampai bisa masuk lima besar,” ungkap Vadara Jinggalangit Rizkhi saat ditemui di Istana Gebang, kemarin (28/3).
Perempuan yang akrab disapa Jingga itulah pencipta motif Prabha Balitar. Mampu menjuarai lomba tersebut merupakan pengalaman kali pertamanya. Apalagi, dia sejak awal memang tidak ada niatan untuk mengikuti lomba tersebut.
Dia mengikuti lomba karena ajakan dari temannya. Saat itu, temannya mengirimkan link pendaftaran agar dia ikut mendaftar sebagai peserta lomba. “Saya waktu itu tidak langsung mendaftar. Baru beberapa hari setelah dibuka, saya mendaftar,” ungkapnya, lantas tersenyum.
Saat itu, dia belum langsung membuat desain motif. Inspirasi desain itu muncul ketika berkunjung ke Makam Bung Karno (MBK). Memasuki MBK, pengunjung langsung disambut gapura bentar tinggi menjulang. Gapura tersebut menjadi ikon MBK yang menjadi ciri khas Kota Blitar.
Dari situlah, ide desain motif batik itu muncul. Gapura bentar tersebut dijadikan salah satu motif yang dimasukkan dalam desain. ”Kemudian, saya masukkan ikon-ikon Kota Blitar lainnya. Seperti belimbing, koi, kendang sentul, tumpeng, hingga sayap garuda,” jelas desainer kostum tari ini.
Pertama, dia membuat sketsa terlebih dulu. Setelah sketsa motif batik jadi, Jingga lalu menyempurnakannya secara digital. “Saya desain ulang secara digital. Setelah jadi, langsung saya kirim karena waktunya sudah mepet di hari akhir pengumpulan,” ungkapnya.
Puluhan karya desain motif dari para peserta terkumpul. Selanjutnya, karya-karya tersebut diseleksi oleh tim juri. Peserta yang berpartisipasi tidak hanya dari warga Blitar, tetapi juga dari luar daerah. Lomba desain batik tersebut memang dibuka untuk umum. Peserta dari luar daerah bisa berpartisipasi.
Seleksi demi seleksi dilakukan oleh tim juri. Tibalah waktunya pengumuman lima besar. Tidak disangka, Jingga berhasil masuk lima besar. Kemudian, tibalah pada puncak penilaian untuk menentukan juara 1, 2 dan 3.
Pengumuman juara tersebut dilakukan bersamaan dengan Festival Batik Keren. Namanya pun disebut sebagai pemenang juara 1 desain motif batik khas Kota Blitar. Batik Prabha Balitar karya Jingga tersebut berhasil menjadi jawara. “Ini pengalaman pertama buat saya. Tidak menyangka bisa juara,” ujar warga asli Surabaya ini.
Sesuai janji Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar, karya motif batik yang berhasil meraih juara itu akan dijadikan motif batik khas kota Blitar. Pemkot akan mendaftarkannya ke lembaga Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). “Keinginan saya, motif tersebut saya gunakan untuk kostum tarian Prabha Balitar. Tarian yang baru diciptakan,” tandasnya. (*/c1/sub) Editor : Endah Sriwahyuni