Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pekan Quran pada Akhir Ramadan, Seimbangkan Ilmu yang Diperoleh Santri

Endah Sriwahyuni • Selasa, 4 April 2023 | 22:01 WIB

KOTA BLITAR - Aktivitas santri di pondok pesantren (ponpes) selama Ramadan lebih padat. Ini tak semata-mata untuk meraup pahala lebih banyak. Namun juga lebih fokus belajar ilmu keagamaan.

Seperti halnya di Ponpes Nurul Hasan, Desa Plosoarang, Kecamatan Sanankulon. Meski sebenarnya kegiatan santri sama halnya hari biasa, namun ternyata durasinya lebih lama. “Namun, ada beberapa perbedaan aktifitas dan durasi,” ujar Pengasuh Ponpes Nurul Hasan, Afaf Fadhilah Rofi’ah, kemarin (3/4).

Dia mengatakan, ada rutinitas berbeda saat Ramadan. Yakni, pekan Quran (Alquran). Biasanya dilaksanakan pada minggu terakhir Ramadan. Pekan Quran ini dilakukan setelah sekolah formal libur. Harapannya, agar para santri lebih fokus dengan Alquran. “Biasanya pekan Quran ini dilakukan pada 21-27 Ramadan,” tuturnya.

Terkait santri tahfidz, saat awal Ramadam dilakukan setelah subuh dan dhuhur. Nah, ketika pekan Quran, digelar lebih masif. Bahkan, bisa dilakukan bersama kelompok masing-masing setiap waktu. “Kami berharap pekan Quran ini bisa menyeimbangkan ilmu duniawi,” kata Ning Afaf, sapaan Afaf Fadhilah Rofi’ah.

Dia menceritakan, pada hari biasa santri mulai beraktivitas sekitar pukul 04.00. Namun selama Ramadan, mulai pukul 03.00. Itu untuk sahur serta salat tahajud. Biasanya juga berlanjut hingga salat subuh. Rangkaian lain saat malam selama ramadan, yakni salat witir, hajat, dan tasbih. “Tentunya, penambahan ini menjadikan durasi lebih lama,” jelasnya.

Sekitar pukul 08.00, para santri mulai bersekolah formal. Tentu ini hanya selama Ramadan. Sebab pada hari biasa, sekolah formal mulai pukul 07.00. Begitu juga dengan nada lalaran. Itu menggema selama lima waktu dalam sehari. Mulai setelah subuh, Dhuhur, sebelum madin, sebelum dan setelah ngaji kitab. Semakin sering santri membaca, maka akan lebih cepat hafal kitab.

Aturan berbeda juga berlalku untuk para wali santri. Selama Ramadan tak boleh menjenguk. Sebab, kegiatan santri lebih padat. “Kalau saat Ramadan wali santri hanya boleh menitipkan keperluan santri,” tandasnya. (mg1/wen) Editor : Endah Sriwahyuni
#Kabupaten Blitar #momen ramadan #pondok pesantren #Kota Blitar #aktivitas santri