Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tadarus Alquran Full saat Ramadan

Endah Sriwahyuni • Senin, 10 April 2023 | 17:26 WIB

KABUPATEN BLITAR - Bulan Ramadan menjadi ajang mengumpulkan lebih banyak pahala. Tak heran banyak umat muslim yang berlomba untuk melakukan kegiatan religi, termasuk tadarus Alquran. Seperti terlihat di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran (PPTQ) Al Barokah, Desa Gogourung, Kecamatan Kademangan.

Suara lantunan ayat suci Alquran terdengar nyaring bergantian di salah satu bilik di pondok ini, kemarin (6/4). Para santri melantunkan Alquran sesuai bagiannya masing-masing. Di antara mereka, tampak seorang perempuan yang turut menyimak para santri.

Saat Ramadan, tadarus Alquran lebih masif dilakukan di pondok ini daripada hari lainnya. Yakni, setiap selesai menjalankan salat fardu. “Pada hari biasanya, tadarus dilakukan bakda subuh dan bakda asar,” ujar salah satu pengurus PPTQ Al Barokah, Jami’atus Sholikah, kemarin (6/4).

Tadarus pagi dilakukan bakda subuh hingga pukul 07.00 WIB. Tadarus ini dilakukan secara bergiliran. “Setelah selesai tadarus, kami melakukan salat Duha,” papar perempuan 24 tahun ini.

Dia memaparkan, kegiatan pondok siang dimulai kembali pada pukul 12.00 WIB. Sebab, sebelumnya santri mengikuti sekolah formal. Sekolah formal yang tersedia di yayasan hanya tingkat SMP sederajat. Sementara untuk tingkatan lainnya, sekolah di luar yayasan. “Sebenarnya kalau tingkat SMA juga ada, tapi lokasinya cukup jauh,” bebernya.

Bakda salat Duhur, lanjut dia, ngaji Alquran lagi. Namun, ngaji siang ini digunakan untuk setor hafalan. Setoran hafalan tersebut disimak langsung oleh Bu Nyai atau pengasuh pondok. “Biasanya, waktu itu juga digunakan untuk murajaah,” akunya.

Tiap hari, santri membaca Alquran dalam jumlah yang berbeda. Bagi santri binnadzor, membaca semampunya. Mulai pukul 14.00 WIB hingga 15.30 WIB. Sementara untuk santri tahfiz, membaca sebanyak tiga juz per hari sehingga bisa khatam dalam waktu 10 hari. “Santri tahfiz bisa khatam tiga kali dalam sebulan,” tutur perempuan ramah ini.

Tak hanya fokus tadarus, tetapi juga mengaji kitab kuning. Pada hari biasa, ngaji dilakukan bakda magrib. Namun, saat Ramadan, ngaji kitab dialihkan bakda Tarawih. “Setelah ngaji kitab, para santri melakukan tadarus lagi,” jelasnya.

Jami’ menambahkan, pondok tersebut mengadakan wisuda tahfiz tiap dua tahun sekali. Wisuda tersebut ditujukan bagi penghafal 5, 10, 15, 20, dan 30 juz. “Jadi, wisuda tidak hanya untuk penghafal 30 juz saja,” tandasnya. (mg1/c1/hai) Editor : Endah Sriwahyuni
#ngaji kitab #pondok pesantren #Kota Blitar #tadarus #kabupataen blitar