Koordinator acara perayaan Paskah, Andreas Budi Setyanto mengatakan, dalam perayaan Paskah itu, ada sejumlah tamu penting yang hadir. Di antaranya, pendeta Karesidenan Blitar, Karesidenan Tulungagung, dan Karesidenan Kediri. “Ada juga perwakilan Yayasan Nobel Tulungagung dan Wakil Ketua DPC PDIP Henry Soeprapto sekaligus owner Srikaton. Ditambah sekitar 200 pengisi acara yang bergabung dalam Sekolah Minggu,” ujarnya.
Ketua acara perayaan Paskah, Emilia Dewi Kristinawati mengatakan, tema Paskah Gereja Jemaat Kristen Indonesia Mahanaim Kota Blitar yakni Kematian yang Mendatangkan Kehidupan. Yang menarik, juga ada penampilan operet Paskah kematian yang mendatangkan kehidupan.
HISTORIS: Salah satu scene saat pertunjukan operet paskah yang digelar JKI Mahanaim Kota Blitar, kemarin (12/4). (DONI SETIAWAN/ RADAR BLITAR)
Dalam pertunjukan yang melibatkan anak-dewasa itu, ditampilkan dari seorang Barabah sebagai seorang manusia yang telah berdosa. Dengan hadir-Nya Yesus Tuhan, dia sudah menebus dosa manusia dan mengembalikan hubungan yang rusak kembali lebih dekat dengan Tuhan Allah. “Jadi dengan adanya Paskah ini adalah suatu kemenangan bagi manusia, di mana kita dibebaskan dari dosa dan bisa bersatu kembali dengan Allah kita,” kata Emilia.
“Supaya kita sebagai manusia yang hidup saat ini bisa sadar bahwa harusnya manusia itu yang harus disalip bukan Tuhan Yesus,” imbuh wanita ramah itu.
Pdt Dr Daniel Ki Bagus Heruyono, gembala sidang Gereja Jemaat Kristen Indonesia Mahanaim Kota Blitar, berharap acara Paskah tahun ini memberikan semangat kepada seluruh umat. Utamanya pascapandemi Covid-19. Paskah juga mengajarkan agar tidak ada memori ketakutan dari kebangkitan Kristus. “Dengan kondisi yang lebih baik, saya harap semua umat lebih semangat dan optimistis,” ujarnya.
Dia melanjutkan, secara substansial, tidak ada perbedaan perayaan Paskah tiap tahunnya. Sebab, cerita kebangkitan ini berasal dari kitab suci. Selain itu, momen ini juga menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. “Sebagai orang beriman yang mencintai Allah, harus yakin bahwa semua akan lebih baik,” tandasnya. (lit/c1/wen) Editor : Endah Sriwahyuni