Kepala Desa Semen, Puryanto mengatakan, korban yang tercatat meninggal dunia yakni Slamet, 66. Itu setelah tebing setinggi 20 meter dengan lebar 12 meter di samping rumahnya longsor, menerjang area kamar dan dapur. Kejadian itu berlangsung singkat sekitar pukul 05.00. Akibatnya, tubuh korban tertimbun material longsor.
“Ketika tanah tersebut datang, langsung korban (Slamet, Red) yang kena. Selama ini menderita sakit stroke, kemungkinan tidak bisa menyelamatkan diri,” ungkapnya, kemarin (13/4).
Seluruh tubuh lelaki malang itu tertimbun tanah longsor dan tembok. Saat berhasil dievakuasi, nyawa korban tak bisa diselamatkan. Menurut petugas medis, luka serius terdapat pada bagian kepala dan wajah. Saat kejadian berlangsung, Suparmi, istri korban, masih sempat melarikan diri.
Puryanto menyebut, sehari-hari Slamet hidup bersama Suparmi. Saat kejadian, korban beristirahat dan dalam keadaan sakit stroke. Istri korban tidak berada dalam satu bilik kamar.
“Beberapa rumah yang terdampak, pemiliknya sudah kami evakuasi. Untuk sementara bisa mengungsi di rumah saudara, lebih aman,” imbuhnya.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Blitar Ivong Berttyanto mengatakan, tanah longsor di Desa Semen tak hanya menerjang satu titik. Ada sekitar 12 titik. Mayoritas bangunan rusak yakni rumah, kandang ternak, dan akses lalu lintas tertutup material longsor.
“Hari ini (kemarin, Red) kami langsung menerjunkan personel ke semua titik di Gandusari. Beberapa sisanya jaga di Kali Lekso, Wlingi, karena banjir,” jelas pria berkacamata itu.
Tanah longsor juga melanda di lokasi lain. Misalnya, Desa Krisik, Kecamatan Gandusari. Sebuah dinding dapur tertimpa longsoran setinggi 5 meter dan lebar 7 meter. Lalu, terdapat tiga titik tebing longsor di Desa Tulungrejo, Kecamatan Gandusari. Beberapa kecamatan lain yang juga terdampak bencana hidrometerologi adalah Kecamatan Wlingi, Kesamben, dan Doko.
Dia memastikan BPBD sudah melakukan asesmen di lokasi terdampak. Pemantauan potensi kebencanaan pun kian masif untuk mengantisipasi bencana susulan. “Kami mengimbau masyarakat yang ada di daerah perbukitan melakukan mitigasi bencana. Sementara berlindung ke rumah saudara yang lebih aman,” tandasnya. (luk/c1/wen) Editor : Doni Setiawan