KABUPATEN BLITAR - Menjelang Lebaran, peredaran bahan peledak alias obat mercon di Blitar kian marak. Teranyar, polisi kembali menyita total 77 kilogram (kg) bahan peledak dari tiga pelaku berbeda. Bahan tersebut rencananya bakal diproduksi sekaligus diedarkan menyambut malam takbir mendatang.
Kapolres Blitar Kota AKBP Argowiyono menjelaskan, usai insiden ledakan di Desa Karangbendo, Kecamatan Ponggok, beberapa waktu lalu, banyak kasus penyimpanan bubuk petasan yang terungkap. Termasuk barang bukti berupa bahan peledak seberat 77 kg yang diamankan dari tangan pelaku asal Blitar dan Kediri. “Kepada penyidik, para pelaku sengaja menjual mendekati malam takbir. Ada tiga pelaku yang kami amankan,” ujarnya, kemarin (14/4).
Tiga pelaku yang digaruk yakni NA, 24; AR, 32; dan KL, 26. Pelaku pertama yang dibekuk yakni NA, warga Desa Bangsri, Kecamatan Nglegok, pada Rabu (12/4) lalu. Berbekal laporan dari warga, polisi menggeledah rumah NA. Hasilnya didapati satu kantong plastik obat mercon seberat 1 kg, satu timbangan kecil, dan sejumlah uang tunai.
Dari keterangan NA, penyidik kembali menelusuri asal muasal bahan petasan tersebut. Setelah diperiksa, polisi lalu menangkap pelaku lainnya berinisial AR. Lelaki asal Desa Bangsri, Kecamatan Nglegok, itu diduga menyuplai bahan peledak kepada NA. Saat digeledah, AR menyimpan 3 kg obat mercon di tempat kerjanya di Kecamatan Udanawu. “Ternyata masih ada lagi yang disimpan di rumahnya. Yaitu, 1 kg obat petasan, 177 buah petasan siap edar, dan alat pembuatannya,” jelas perwira berpangkat dua melati ini.
Penelusuran terhadap penyuplai bahan peledak kepada kedua pelaku pun menemukan titik terang. Pada Kamis (13/4) lalu, giliran lelaki berinisial KL, warga Desa Jemekan, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri, dibekuk. Lelaki 26 tahun itu mengaku telah menggelontor puluhan kilogram obat mercon kepada kedua pelaku.
Barang bukti itu berupa satu karung berisi serbuk belerang dengan berat 10 kg, ember berisi 6 kg serbuk KCLO3, 12 buah kantong berisi 6 kg serbuk alumunium powder, dan 2 buah karung berisi serbuk KCLO3 seberat total 50 kg. “Ketiga pelaku terus kami mintai keterangan. Utamanya pelaku warga Kediri. Kami cari tahu dari mana dapat barang tersebut,” tandasnya. (luk/c1/sub) Editor : Endah Sriwahyuni