KOTA BLITAR – Mendekati Lebaran, beberapa jenis bantuan sosial (bansos) digelontorkan. Seperti pekan lalu, bansos sembako dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) disalurkan kepada ribuan warga Kota Blitar.
Kemudian, bansos berupa beras sejahtera daerah (rastrada) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar. Pemkot Blitar memastikan penyaluran beberapa jenis bantuan tersebut tepat sasaran dan tidak ada yang dobel. ”Ya, kami pastikan tidak dobel. Sebab, data penerima antara rastrada dan bantuan dari Bapanas ini dipisah, sehingga tidak sama,” kata Wali Kota Blitar Santoso kepada koran ini.
Santoso menjelaskan, penerima bansos sembako dari Bapanas tersebut berbeda dengan penerima rastrada. Jumlah penerimanya ada 8.350 keluarga penerima manfaat (KPM). ”Data penerima tersebut langsung dari Kemensos (Kementerian Sosial, Red). Bekerja sama dengan Bulog (Badan Urusan Logistik, Red),” terangnya.
Penyaluran sembako dari Bapanas tersebut dilakukan langsung oleh Kantor Pos Indonesia. Bansos tersebut berupa beras sebanyak 10 kilogram (kg). Bantuan beras yang diberikan masih jatah untuk Maret, sedangkan untuk April dan Mei menunggu penyaluran berikutnya.
Untuk penerima rastrada, jumlah penerimanya 9.584 KPM. Data penerima rastrada itu hasil verifikasi yang dilakukan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Blitar. ”Insya Allah penerimanya tidak dobel. Kami sudah minta dinsos untuk mengecek dan tidak ada yang dobel. Di sisi lain, saya merasa senang karena banyak bantuan yang turun untuk masyarakat Kota Blitar,” ungkap orang nomor satu di lingkup Pemkot Blitar ini.
Sementara itu, Kepala Dinsos Kota Blitar Sad Sasmintarti mengungkapkan, penerima bansos dari Bapanas termasuk penerima bantuan pangan nontunai (BPNT) dan program keluarga harapan (PKH). Jumlahnya sekitar mencapai 8.350 KPM. ”Karena data penerima diambilkan dari data BPNT dan PKH, maka dipastikan dobel. Namun, untuk data penerima rastrada, kami pisahkan dari BPNT dan PKH sehingga dipastikan tidak dobel.” ujarnya.
Rencananya, bansos dari Bapanas tersebut kembali disalurkan pada Mei. Bantuannya masih berupa beras sebanyak 10 kg. Sasarannya adalah penerima PKH dan BPNT. Selain beras, bakal ada tambahan berupa telur dan daging unggas. ”Yang itu (telur dan unggas, Red) kami belum ada juknisnya. Kami masih menunggu,” tandasnya. (sub/c1) Editor : Endah Sriwahyuni