Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Opsi Jajanan Lebaran. Jenang Ketan-Opak Gambir Laris Manis

Doni Setiawan • Jumat, 21 April 2023 | 23:34 WIB

KABUPATEN BLITAR - Penjual jajanan tradisional di Bumi Penataran tersenyum lebar saat momen Ramadan dan Lebaran. Pasalnya, omzet yang didapat naik drastis dibandingkan hari biasa. Keuntungan berlipat ini dirasakan Komariah, 62, produsen jenang ketan dan madumangsa.

Ibu tiga anak ini mengatakan, momen puasa dan Idul Fitri tahun ini membawa dampak positif. Terjadi peningkatan permintaan sejak Ramadan. Pembelinya tersebar dari lokal hingga luar daerah. “Tahun ini lebih baik dari penjualan pada Lebaran tahun lalu. Mungkin karena situasi sudah longgar, banyak yang mudik cari oleh-oleh,” ujarnya.

Tak kurang 50 kilogram (kg) jenang ketan per hari berhasil diproduksi perempuan warga Desa Kemloko, Kecamatan Nglegok ini. Jika diakumulasi selama Ramadan hingga Lebaran, total 1 kuintal jenang ketan telah diproduksi.

Oleh-oleh eksotis khas Blitar itu memang jadi jujukan saat perayaan hari besar. Pengemasannya yang rapi menggunakan bilah bambu alias besek, membuat tampilannya kian menarik. Satu besek jenang ketan lengkap dengan biji wijen dibanderol Rp 45 ribu. “Harga bahan-bahan baku beberapa hari terakhir meningkat. Rencananya, harga per besek akan naik, tapi tetap ekonomis,” tambahnya.

Omzet meningkat juga dirasakan produsen opak gambir asal Wlingi, Latifah. Menurutnya, keuntungan meningkat lebih dari 50 persen. Opak gambir yang dimasak menggunakan arang itu dikemas dalam berbagai ukuran. Kemasan seperempat kg dijual seharga Rp 11 ribu. Sementara untuk kemasan 1 kg, harganya Rp 42 ribu.

Perempuan berambut cepak itu menjelaskan bahwa selama Lebaran tutup sementara. Baru kembali buka setelah Lebaran. Saat itu, penjualan biasanya masih tinggi lantaran beberapa masyarakat mengikuti arus balik. “Sebulan, akumulasi omzet tidak bisa diprediksi. Tapi masuk tahun ini, apalagi Lebaran, sehari 30-50 kg sudah bisa habis,” terangnya.

Seorang pembeli sekaligus pemudik, Anisa Putri, mengungkapkan sengaja membeli jajanan tradisional sebagai buah tangan untuk keluarganya. Warga Desa Pojok, Kecamatan Garum itu menilai, kudapan tradisional seperti jenang ketan dan opak gambir cocok di lidah kaum muda maupun orang tua.

Kendati tergolong sebagai sajian lawas, tetapi rasanya yang manis legit tetap menjadi primadona. Selain jenang ketan, dia juga membeli oleh-oleh lain di tempat berbeda. Seperti wajik klethik, rempeyek, dan dodol. “Mau dimakan kapan pun tetap enak. Cocok juga buat keluarga, orang tua pasti senang juga,” tandasnya. (luk/c1/sub) Editor : Doni Setiawan
#Kabupaten Blitar #lebaran 2023 #jenang ketan #Kota Blitar #jajanan lebaran