KOTA BLITAR - Kawasan wisata bakal menjadi jujukan wisatawan di momen Lebaran kali ini. Jumlah pengunjung wisata diprediksi meningkat daripada hari-hari biasa.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Blitar, Edy Wasono. Sejumlah langkah pun bakal dilakukan untuk mengantisipasi penumpukan wisatawan di Kota Blitar. Beberapa titik destinasi wisata diprediksi padat oleh pengunjung. “Selain Makam Bung Karno (MBK), ada destinasi wisata baru Masjid Ar Rahman. Dua destinasi ini dipastikan ramai pengunjung,” katanya kepada koran ini.
Menurut Edy, Masjid Ar Rahman menjadi salah satu destinasi wisata anyar yang mulai banyak menyedot antusiasme wisatawan. Hampir setiap hari masjid yang berarsitektur ala Masjid Nabawi di Madinah itu ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai daerah. “Masjid Ar Rahman ini menjadi satu paket dengan wisata Makam Bung Karno dan Water Park Sumber Udel. Lokasinya saling berdekatan,” ungkapnya.
Sejumlah langkah dilakukan untuk mengantisipasi membeludaknya pengunjung wisata, baik di MBK maupun Masjid Ar Rahman. Salah satu upaya adalah mengatur parkir kendaraan pengunjung. Bagi wisatawan yang hendak ke MBK disarankan untuk parkir di kawasan Pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan (PIPP).
Begitu pun dengan wisatawan yang hendak berkunjung ke Masjid Ar Rahman, juga diarahkan parkir di PIPP. Apabila lahan parkir di PIPP sudah penuh, disparbud mengalihkan ke lahan parkir Waterpark Sumber Udel. “Khusus kendaraan-kendaraan roda dua bisa parkir di sekitar masjid,” terangnya.
Di samping itu, disparbud juga bekerja sama dengan aparat keamanan, baik dari kepolisian maupun satpol PP untuk mengamankan destinasi wisata menjelang maupun selama momen libur Lebaran. Disparbud berupaya menciptakan situasi aman dan kondusif di kawasan pariwisata Kota Blitar.
Di momen libur Lebaran kali ini, jumlah pengunjung wisata diprediksi meningkat hingga 100 persen. Di hari-hari biasa, jumlah kunjungan wisata berkisar 500 sampai 1.000 orang. “Di momen libur Lebaran ini bisa jadi sampai sekitar 2.000 orang,” tandas Edy. (sub/c1) Editor : Endah Sriwahyuni