Beragam tanda bakti diberikan, disesuiakan dengan latar belakang murid yang kini sudah berumur lebih dari 40 tahun tersebut. Mulai dari, voucher belanja, uang saku, burung, hingga umrah gratis. “Kebetulan kami punya program umrah gratis. Jadi, Pak Wahid (seorang guru agama SMAN 2 Kota Blitar, Red) rencananya kami berangkatkan,”ujar H Raiss Abin yang juga owner Shafira Tour dan Travel Umrah Haji Cabang Blitar.
Guru agama tersebut dipilih melalui observasi yang cukup lama. Warga Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kepanjenkidul, tersebut sudah mengabdi selama 25 tahun. Itu bertepatan dengan reuni angkatan 98 SMAN Kota 2 Blitar. “Reuni kami laksanakan tanggal 25 kemarin. Pak Wahid juga mengabdi 25 tahun dan kami berangkatkan 2025 nanti. Jadi serba 25,” terangnya.
(Dok. AGUS MUHAIMIN/RADAR BLITAR)
Abin dkk paham pentingnya peran seorang guru. Bagi mereka, tugas seorang guru sangat berat. Terlebih saat harus mengurus polah nakal anak-anak SMA. “Wah kami sadar bagaimana nakalnya kami dulu saat SMA. Untungnya ada Pak Wahid dan guru-guru lainnya yang sabar menghadapi kami. Beliau-beliau juga yang susah payah mendidik karakter dan mental kami agar menjadi pribadi yang positif,” terangnya.
Dia berharap tanda bakti ini tidak hanya membawa manfaat untuk para guru. Lebih jauh, pihaknya berharap bisa menjadi motivasi dan inspirasi untuk siswa dan alumni lain di SMAN 2 Kota Blitar.
Sementara itu, Wahid, penerima umrah gratis, mengaku sangat senang dengan yang dilakukan mantan anak didiknya. “Alhamdulillah ini kado terindah dalam hidup saya, bisa berangkat umrah,” ungkap Wahid. (hai/c1) Editor : Doni Setiawan