KABUPATEN BLITAR - Pengadaan buku baru untuk Perpustakaan Daerah tahun ini tak terwujud. Alasannya klasik, yakni soal minimnya anggaran. Meski begitu, dinas terkait tak lantas diam. Salah satunya diarahkan ke buku digital.
Berdasarkan data Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blitar, jumlah buku perpustakaan mencapai 19.000 eksemplar. Terdiri atas 11.000 judul. Jumlah itu telah memenuhi standar nasional perpustakaan. Namun tambahan buku pertahunnya masih kurang. “Kepemilikan koleksi buku di perpustakaan daerah ini sudah cukup,” ujar Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blitar, M. Krisna Triatmanto, kemarin (1/5).
Krisna, mengatakan, tahun ini belum dapat melakukan pengadaan buku baru. Sebab, tidak ada anggaran untuk membeli buku. Pihaknya akan mengarahkan ke buku digital. “Akses buku digital ini berasal dari perpusnas maupun perpusda,” katanya.
Krisna menyebutkan, pihaknya menganggarkan sekitar Rp 90 juta pada tahun sebelumnya. Yakni berupa 500 judul buku dan 1.000 eksemplar. Buku itu terdiri atas berbagai genre. “Biasanya satu buku ada empat eksemplar,” terangnya.
Dia mengaku, koleksi buku yang tersedia saat ini sudah cukup. Terutama bagi para pembaca yang terbiasa membaca di sini. Mayoritas dari mereka membaca buku nonfiksi. Kini, pihaknya fokus mengarah ke buku konten lokal. Sementara, untuk konten yang sifatnya umum dapat diarahkan ke perpusnas. Dengan begitu hal ini menjadi salah satu cara untuk mengefisiensi pembelian buku. “Jadi cukup perpusnas yang beli, sementara lainnya dalam bentuk digital,” paparnya.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya akan melakukan integrasi buku. Baik perpustakaan desa, sekolah, maupun lainnya. Hal tersebut dilakukan dengan upaya untuk sharing buku. Yakni, kegiatan saling meminjamkan antar perpustakaan. “Pendidikan harus terintegrasi mulai dari sekolah, masyarakat, maupun warga,” tuturnya.
Krisna berharap, karya konten lokal segera terealisasi. Pihaknya telah meminta kepada setiap daerah untuk menulis konten lokal daerah setempat. “Konten lokal ini dapat menjadi khas setiap daerah yang hanya ada di perpustakaan daerah Kabupaten Blitar,” tandasnya. (mg1/wen) Editor : Endah Sriwahyuni