Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Ide Kuliner Kekinian, Ramen Khas Jepang dengan Kuah Kaldu Ayam

Doni Setiawan • Minggu, 7 Mei 2023 | 23:51 WIB
Photo
Photo
KOTA BLITAR - Menyantap makanan hangat berkuah saat musim hujan memang nikmat. Ramen, misalnya. Cita rasa kuah yang gurih nan kental serta potongan daging ayam membuatnya jadi incaran food traveler. Mi kuah khas Negeri Sakura Jepang ini pun beken di kalangan anak muda.

Tak sedikit kedai ramen yang sudah berdiri di Blitar. Utamanya di pusat-pusat keramaian, seperti taman ataupun pujasera. Salah satunya di Kecamatan Wlingi, milik Qoirul. Mayoritas menu yang disajikan pria berusia 30 tahun ini yakni khas Jepang. Ramen menjadi hidangan terfavorit di kalangan pembeli.

Menurutnya, ramen berbeda dengan mi kuah pada umumnya. Selain karena bentuk mi yang lurus dengan tekstur lembut kenyal, karakter kuat pada kuah dan topping membuatnya lebih unggul. Ya, pembuatan kuah, kata dia, cenderung legit lantaran menggunakan kaldu ayam, kemudian dicampur dengan bumbu rahasia yang dia racik.

“Kuahnya ada yang kari. Tapi, kami menggunakan kaldu ayam supaya rasanya lebih lezat jika diseruput dengan mi,” kata warga Kecamatan Gandusari ini.

NIKMAT: Niken Indriasari menikmati seporsi ramen pedas. Menurutnya, kuah gurih legit ramen itu berasal dari kaldu ayam. (FOTO-FOTO: MOCHAMMAD LUKI AZHARI/RADAR BLITAR)
NIKMAT: Niken Indriasari menikmati seporsi ramen pedas. Menurutnya, kuah gurih legit ramen itu berasal dari kaldu ayam. (FOTO-FOTO: MOCHAMMAD LUKI AZHARI/RADAR BLITAR)
LEGIT: Penampakan seporsi ramen pedas yang lengkap dengan potongan telur rebus, daging ayam, serta jamur kuping.

Topping yang terdapat pada ramen juga lebih komplet. Sedikitnya, ada sekitar empat sampai lima macam. Seperti telur rebus, irisan daging ayam atau sapi yang sudah dimarinasi, jamur kuping, serta lembaran rumput laut kering. Menu ini biasanya kerap disantap saat kondisi hujan untuk menghangatkan tubuh.

Penikmat pedas pun tak perlu khawatir. Sebab, biasanya ramen dilengkapi dengan minyak cabai alias chili oil. Cita rasa kuah yang gurih dan sensasi pedas dari minyak cabai membuat menu yang satu ini cocok di lidah orang Indonesia, khususnya Blitar.

“Tentu rempahnya disesuaikan dengan masyarakat lokal agar bisa lebih diterima. Misalnya, minyak sambal yang lebih banyak,” imbuhnya.

Photo
Photo
BERCITA RASA: Dumpling khas Jepang atau gyoza isi ayam yang disajikan dengan minyak cabai jadi favorit kalangan anak muda.

Salah satu pencinta makanan Jepang, Niken Indriasari, 24, mengaku bahwa kuah ramen terasa lebih gurih jika selama proses pembuatan menggunakan kaldu ayam. Meski kuahnya tampak kental, tetapi saat diteguk terasa ringan sehingga tak membuat enek.

Sebagai penikmat kuliner pedas, dia pun menambahkan minyak cabai agar lebih menggoyang lidah. Jumlah minyak cabai, kata dia, tergantung selera masing-masing.

“Rasanya memang kaldu. Makanya saya tambah pedas biar seimbang. Enaknya kalau dimakan pas masih hangat,” aku Niken

Selain menikmati semangkuk ramen, dia juga lahap menyantap gyoza, dumpling khas Jepang dan China. Jajanan ini terbuat dari daging ayam dan sayur cincang, kemudian dibalut dengan adonan pangsit. Lalu, dimasak dengan cara direbut ataupun digoreng. Selain bisa dimakan dengan kecap asin, seporsi gyoza biasanya lengkap dengan minyak cabai.

“Menurutku, gyoza dicampur ramen enak saja. Apalagi kalau kena kuah ramen. Tapi tergantung selera,” tandas perempuan asal Kelurahan/Kecamatan Talun ini. (luk/c1/wen) Editor : Doni Setiawan
#Kabupaten Blitar #Ramen #kuliner #Kota Blitar #blitar foodies