Dampak itu seperti dirasakan di wisata Sirah Kencong, di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi. Cuaca ekstrem membuat kunjungan wisata di perkebunan teh tersebut sepi. Selama ini, wisata alam tersebut menjadi jujukan wisatawan.
Pasalnya, destinasi wisata itu menyuguhkan pemandangan alam perkebunan yang eksotis. Karena cuaca yang tidak bersahabat membuat pengunjung enggan berkunjung. “Cuacanya tidak bisa diprediksi. Saat pagi cerah, tiba-tiba siang mendung dan hujan. Terjadi secara mendadak,” ujar Sekertaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Blitar, Arinal Huda, kemarin (7/5).
Huda mengatakan, selain cuaca ada faktor lain yang menyebabkan pengunjung sepi. Di antaranya, jangka waktu cuti bersama yang lebih panjang, yakni selama tujuh hari. “Cuti bersamanya lebih panjang sebelum Hari Raya Idul Fitri,” katanya.
Huda menyebut kunjungan wisata lebih sedikit daripada tahun sebelumnya. Saat ini, jumlah pengunjung banyak saat akhir pekan, sedangkan ketika hari biasa sedikit. Tahun lalu, tingkat kunjungan wisatawan sekitar 200-300 orang per harinya. Kini pengunjung membeludak mencapai sekitar 500 orang setiap akhir pekan.
Salah satu petugas wisata Sirah Kencong, Susi Agustina mengatakan, jumlah pengunjung relatif sama. Namun, dalam beberapa minggu terakhir ini jumlahnya berkurang. Sebab, kondisi cuaca tidak stabil. “Selain itu, akses perjalanannya juga rawan,” paparnya.
Meskipun terlihat sepi, tetapi rata-rata jumlah pengunjung tetap stabil. Sebab, pengunjung ramai ketika di akhir pekan. “Kebanyakan pengunjung yang berwisata dari rombongan keluarga,” tandasnya. (mg1/c1/sub) Editor : Doni Setiawan