Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Linier Mustika Pradifita Moncer Ternak Entok Jumbo Kelas Kontes

Endah Sriwahyuni • Kamis, 11 Mei 2023 | 20:46 WIB
BOYONG JUARA: Linier Mustika Pradifita menunjukkan entok jumbo kelas kontes. (MOCHAMMAD LUKI AZHARI/RADAR BLITAR)
BOYONG JUARA: Linier Mustika Pradifita menunjukkan entok jumbo kelas kontes. (MOCHAMMAD LUKI AZHARI/RADAR BLITAR)
KOTA BLITAR - Tak cuma diolah menjadi masakan nikmat, entok kini juga bisa naik podium. Buktinya, banyak kontes perlombaan entok tingkat nasional yang digelar. Seperti diikuti Linier Mustika Pradifita, warga Kelurahan Klampok, Kecamatan Sananwetan. Entok jumbo seberat lebih dari 6 kilogram (kg) miliknya baru saja memboyong gelar juara.

Keinginan Difta meningkatkan nilai ekonomi unggas benar-benar terjadi. Baginya, entok bukan hanya sebagai bahan baku masakan, melainkan bisa menjadi hiburan. Yakni, dilombakan dari segi kebersihan ataupun bobotnya. Dia pun menunjukkan beberapa ekor entok jumbo khusus kelas kontes. Kandang-kandang unggas berbulu putih itu terletak persis di samping rumahnya.

Pria berusia 30 tahun itu lantas melangkah menuju kandang, kemudian mengangkat seekor basong. Saat berusaha menggendong unggas bernama ilmiah Cairina moschata itu, dia tampak kewalahan. Napasnya tersengal lantaran berat entok yang tak lumrah. Namun jangan salah, menciptakan entok jumbo memang jadi tujuannya.

“Ini termasuk jumbo, beratnya sekitar 6,7 kg. Entok ini kemarin mendapat juara 2 kategori ekstrem,” ujarnya sambil menyeka keringat.

Difta bercerita, meski dia sukses beternak unggas kelas kontes, banyak jalan terjal yang dilalui. Paling diingat saat pola pikir masyarakat yang menganggap ternak entok tidak menghasilkan cuan. Stigma itu pun diubah olehnya. Pada 2019 lalu, pria ramah itu nekat terjun di dunia entok khusus kontes. Secara terang-terangan, perawatan membuat entok biasa menjadi istimewa cukup susah.

Tantangan tersebut dialami pada tahun pertama. Seiring berjalannya waktu, dia pun mulai beradaptasi dengan rutinitas baru yang belum pernah dilakukan. Misalnya, meningkatkan kebersihan entok dan kandang. Stabilisasi suhu udara juga patut diperhatikan. Sebab, entok cenderung mudah stres saat cuaca panas. Salah satu alternatifnya yaitu memasang kipas angin.

“Unggas itu harus sejuk. Ketimbang ayam, entok ini gampang stres dan susah makan. Cuaca yang mudah berganti juga jadi pemicu,” paparnya.

Untuk mendapatkan bibit-bibit juara kontes, proses perkawinan tidak boleh sembarangan. Khusus basong indukan, lanjut dia, harus mendapat pasangan dengan kualitas setara. Jika tidak, maka akan berdampak pada penurunan kualitas genetik indukan.

“Ini meningkatkan ekonomi. Satu tetasan usia 0-7 hari seharga Rp 250 ribu per ekor, bibit juara. Sekitar umur 3 bulan dijual Rp 1,5 juta. Kalau betina lebih mahal,” ujarnya.

Dia menambahkan, pemisahan antara entok pedaging dan entok kontes juga diperlukan. Selain untuk memudahkan perawatan, juga berguna mengantisipasi penurunan genetik. Peternak juga harus peka terhadap pemberian pakan. Indikator keberhasilan menelurkan entok kontes yakni pemenuhan nutrisi. Itu harus diterapkan sejak entok berusia satu bulan. Misalnya dengan menyuplai pakan berprotein tinggi. Porsi pakan pun disesuaikan seiring umur entok bertambah.

“Kandang juga dibedakan. Nanti untuk golongan juara tetap satu sekat, kalau jumbo standar sekatnya sendiri. Kan perawatan di kelas kontes juga tidak sembarangan,” jelas pria ramah itu.

Hal itu pun diterapkan pada pemeliharaan unggas miliknya. Pada festival kontes entok nasional yang digelar di Blitar awal bulan lalu, tiga entok andalannya memboyong gelar juara. Pada kelas ekstrem atau perhitungan khusus bobot, entok miliknya seberat 7,35 kg dan 6,7 kg. masing-masing menyabet juara 1 dan 2. Selain itu, dia juga meraih gelar juara kategori all the best dan favorit.

“Siapa tahu dengan ini banyak yang terinspirasi membudidayakan entok kelas kontes. Di awal memang berat, tapi lama-lama semakin mudah,” tandasnya. (*/c1/wen) Editor : Endah Sriwahyuni
#basong #entok jumbo #linier mustika pradifita moncer #kontes hewan #entok jumbo blitar