Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Mengintip Teknik Budidaya Lele dengan Teknik Bioflok

Endah Sriwahyuni • Sabtu, 13 Mei 2023 | 16:42 WIB
JAGA KUALITAS: Kades Kalipucung Tri Haryono bersama Staff AE Jawa Pos Radar Blitar, Zaenal Abidin. (ZAENAL ABIDIN/ RADAR BLITAR)
JAGA KUALITAS: Kades Kalipucung Tri Haryono bersama Staff AE Jawa Pos Radar Blitar, Zaenal Abidin. (ZAENAL ABIDIN/ RADAR BLITAR)
KOTA BLITAR – Pemerintah desa (pemdes) dan badan usaha milik desa (BUMDes) Kalipucung, Kecamatan Sanankulon, kompak budi daya lele serta nila. Ini tak lain untuk meningkatkan perekonomian. Teknik bioflok dipilih demi meningkatkan produksi.

Seperti diketahui, teknik bioflok sudah lama dikenal di kalangan pembudi daya ikan. Utamanya lele dan nila. Sebab, cara ini mampu menggenjot produksi. Teknik bioflok juga dinilai lebih ekonomis lantaran tidak membutuhkan kolam luas dan banyak air.

“Alasan itulah yang membuat kami pilih teknik bioflok untuk budi daya ikan ini,” ujar Kepala Desa (Kades) Kalipucung Tri Haryono, saat ditemui Staff Account Executive (AE) Jawa Pos Radar Blitar Zaenal Abidin, beberapa hari lalu.

Tri mengatakan, pemdes dan BUMDes kompak dalam budi daya ikan tersebut. Semua dikelola bersama, termasuk hasil panen. Budi daya itu sudah berjalan sejak dua tahun terakhir.

“Lele dan nila diberi pakan pelet dua kali sehari. Pukul 08.00 dan 15.00. Pemberian pakan harus konsisten agar ikan tidak stres,” katanya.

Budi daya yang dilakukan tersebut bukan berarti tanpa kendala. Serangan penyakit ikan menjadi hal yang harus diperhatikan. Salah satunya, jamur mulut atau moncong putih. Jika dibiarkan, maka bakal menular. Karena itulah harus segera ditangani. “Pengendaliannya dengan menggunakan obat PK serta Super Tetra yang ditaburkan di kolam,” jelas Tri.

Selain penyakit jamur putih, lanjut pria ramah itu, kondisi cuaca juga berpengaruh terhadap ikan. Utamanya saat kemarau. Ikan kerap mabuk. Cirinya, kerap naik ke permukaan air. Karena itulah, air kolam harus dijaga kualitasnya. Yakni diganti setiap dua minggu sekali.

Hal lain yang tak kalah penting yakni sortir. Sebab, lele bersifat kanibal. Ketika berusia sebulan harus dipisahkan berdasarkan ukuran fisik. Lele dan nila bisa dipanen setelah berusia sekitar tiga bulan. Harga lele sekitar Rp 16 ribu per kilogram, sedangkan nila sekitar Rp 20 ribu per kilogram. “Hasil penjualan dibagi untuk pemdes dan BUMDes,” tandasnya. (apr/zab/c1/wen) Editor : Endah Sriwahyuni
#budidaya lele blitar #pemdes kalipucung #teknik budi daya lele #kalipucung blitar #teknik bioflok #bumdes kalipucung