Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pemilik Warung dengan Konsep Tengah Sungai di Kanigoro

Doni Setiawan • Senin, 15 Mei 2023 | 21:37 WIB
SEJUK: Beberapa orang menikmati kesegaran dengan sensasi alam. (TITANIA NOOR SHOLEHA/RADAR BLITAR)
SEJUK: Beberapa orang menikmati kesegaran dengan sensasi alam. (TITANIA NOOR SHOLEHA/RADAR BLITAR)
KABUPATEN BLITAR - Beragam jurus dikeluarkan para pelaku usaha untuk menggaet pasar. Toni Adi Wijaya, warga Desa Papungan, Kecamatan Kanigoro, memanfaatkan sungai kecil untuk jualan. Karena penasaran, pengunjung pun berdatangan.

Sejuk terasa saat memasuki area di pinggir sungai Desa Papungan, Kecamatan Kanigoro itu. Jalan turunan dengan pohon yang cukup rindang mengantarkan ke salah satu kafe berkonsep alam. Pohon dengan akar gantung menjadi pintu masuk kafe unik ini.

Pengunjung disambut gemericik air sungai dan suara gesekan daun akibat terpaan angin. Beberapa meja dan kursi tampak di tengah sungai kecil dengan aliran air yang cukup tenang tersebut. “Cocok untuk bersantai sambil menikmati suasana alam,” ujar pemilik warung, Toni Adi Wijaya, mengawali percakapan dengan koran ini (14/5).

Memiliki basic pencinta alam menjadi alasannya memiliki rumah dekat dengan sumber air. Baginya, suasana tersebut dapat menjadi dekat dengan sumber lain. Termasuk salah satunya adalah sumber rezeki. “Nyatanya itu benar adanya, baik rezeki pada keuangan, kesehatan, dan sebagainya,” jelas pria 40 tahun ini.

Pria bertato ini sangat mendambakan suasana alam di rumahnya. Untuk itu, tak heran dia membuat tempat yang bisa menenangkan. Tak hanya itu, udara di lingkungan yang masih rindang itu masih bersih. “Apalagi kalau masih ada hewan yang mau ke sini,” katanya.

Tak pernah tebersit pada benak Toni untuk mendirikan usaha tersebut. Awalnya, dia hanya membuat tempat yang lebih nyaman untuk berkumpul. Maklum, Toni kini cukup aktif di beberapa komunitas. Seperti komunitas tato, musik, dan motor. “Rencananya bikin tempat lebih luas saat ada pertemuan,” aku pria ramah ini.

Seiring berjalannya waktu, Toni tertarik untuk membuat usaha warung di rumahnya. Tak ada rasa pesimistis dalam dirinya. Sebab, hampir tiap hari banyak kerabat yang mampir di rumahnya. Di samping itu, dia juga menjalankan bisnis usaha rica-rica. “Tapi hanya melayani penjualan online, tidak bisa makan di tempat,” paparnya.

Toni mulai membuka usahanya pada 2019 lalu. Hanya bermodal meja dan kursi, dia berani memulai usahanya. Pikirannya tentang alam pun mulai bermain untuk menata konsep. Baginya, usaha sedikit demi sedikit seraya mengumpulkan ide untuk konsep tempat. “Konsepnya hanya warung kecil di pinggir sungai,” tuturnya.

Toni mengaku kaget dengan ketertarikan pengunjung yang cukup banyak. Dia tak pernah mengira pengunjung akan berbondong datang ke tempat tersebut. Sebab, dia merasa tidak pernah melakukan publikasi usahanya. Pihaknya hanya iseng membuat akun Instagram. “Saya hanya menggunakan akun Instagram untuk repost story pengunjung,” terangnya.

Menurutnya, konsep alam tersebut yang membuat daya tarik pengunjung tinggi. Sebab, belum ada konsep alam serupa di Blitar. Tentunya nuansa alam ini tidak hanya menyejukkan, tetapi juga bisa menenangkan. “Apalagi air di sungai ini tidak pernah deras, jadi terasa lebih segar,” papar pria berambut gondrong ini.

Toni menyebutkan, pengunjung berasal dari berbagai usia. Mulai dari anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa. Tak jarang tempat ini juga didatangi siswa usai pulang sekolah. Bahkan, ada juga orang tua yang membawa buah hatinya untuk bermain air di tempat tersebut. “Karena airnya memang masih jernih,” bebernya.

Dia menunjukkan, meja dan kursi yang berada di aliran air tak pernah sepi. Bahkan, tempat tersebut menjadi tempat favorit para pengunjung. Tak heran jika tempat itu menjadi incaran para pengunjung.

Toni menambahkan, dia merasa senang jika banyak yang menyukai konsep usahanya. Sebab, hal ini menjadi usaha perdananya. Sebelumnya, pria ramah ini sudah puluhan tahun berprofesi sebagai tukang tambal ban. Menjadi kebanggaan tersendiri jika hal isengnya bisa menarik perhatian puluhan pasang mata tiap hari. “Saya menjadi tukang tambal ban selama 20 tahun, setelah itu saya coba buka usaha kecil-kecilan,” tandasnya. (*/c1/hai) Editor : Doni Setiawan
#warung kopi #kanigoro #cafe unik #cafe sungai blitar #konsep cafe unik #cafe blitar