Deretan boneka Barbie cantik itu terpajang rapi di atas lemari ruang tamu. Boneka-boneka tersebut mengenai busana gaun dengan berbagai model. Dari kejauhan, boneka itu tampak anggun.
Tak jauh dari lemari tempat memajang boneka, terlihat perempuan berjilbab sedang sibuk mengotak-atik boneka. Dengan cekatan, tangannya merangkai benang wol menjadi sebuah gaun anggun. Boneka itupun berubah menjadi lebih ayu bak permaisuri.
Dialah Nanda Lailatul Khasanah, perempuan kreatif dibalik boneka-boneka Barbie cantik itu. Perempuan 22 itulah yang membuat busana anggun yang terbuat dari benang wol. “Ini bukan dirajut ya. Hanya dirangkai hingga menjadi sebuah busana,” terangnya.
Nanda mengerjakan busana Barbie itu di sela-sela waktu luang. Dia memulai karya unik pada 2020 setelah lulus dari SMK. “Saat itu, saya masih bingung mencari kerja. Sembari menunggu pekerjaan, saya mencari hal-hal kreatif untuk mengisi waktu luang. Saya tertarik membuat busana Barbie itu,” ujar perempuan ramah ini.
Padahal, dia tidak memiliki dasar ketrampilan kerajinan. Berbekal video tutorial dari tayangan YouTube, Nanda belajar membuat busana dari benang wol tersebut. Melalui tayangan tutorial itu, perlahan ketrampilan Nanda makin terasah.
Dia memberanikan diri untuk membeli bahan-bahan yang dibutuhkan. Di antaranya benang wol dan boneka Barbie setinggi kurang lebih 15 centimeter (cm). Secara otodidak, karya busana boneka Barbie berhasil dibuat. Kreatifitasnya terus dikembangkan.
Tak sekedar membuat busana, dia menambahkan aksesoris lain agar tampilan Barbie makin menarik. Selain benang dan boneka, dia juga memanfaatkan kertas manila. “Kertas itu digunakan untuk membuat pola rok. Jadi kertasnya saya pasang di bawah perut boneka sehingga kaki tampak jenjang,” tutur karyawan di salah satu apotek di Kota Blitar ini.
Dalam merangkai satu busana boneka waktu yang dibutuhkan 1 hingga 2 jam. Dia menggunakan benang wol dengan sejumlah warna. Benang-benang beragam warna itu dikombinasikan sehingga menjadi busahan yang menarik.
Sementara ini, boneka Barbie cantik hasil kreasinya masih untuk koleksi pribadi. Ke depan memang ada keinginan untuk menjadikan kerajinan tangan itu mencari penghasilan tambahan di luar pekerjaan pokok. “Tetapi, jika memang yang mau pesan, saya buatkan. Untuk harga, saya belum bisa menentukan,” ujarnya lantas tersenyum.
Rencananya, boneka hasil karyanya itu dijual untuk souvenir atau bingkisan acara-acara tertentu. Misalnya, acara wisuda ataupun pernikahan. “Keinginan saya seperti itu. Namun, saya masih mempersiapkan mental dan mencari referensi tambahan agar karya saya nanti bisa lebih menarik dan diminati banyak orang,” ungkap anak pertama dari dua bersaudara ini. Editor : Endah Sriwahyuni