Perempuan warga Kelurahan/Kecamatan Nglegok ini memulai bisnis buket sejak 2020. Ide berbisnis buket itu muncul ketika pandemi Covid-19 menghantam. Kebetulan, saat itu dia tengah menempuh pendidikan tinggi di salah satu kampus negeri.
Saat itu, pandemi membuat aktivitas kuliahnya dialihkan secara daring. Timbul rasa jenuh karena kuliah hanya dilakukan secara daring di rumah. Dari kondisi itulah, dia merintis usaha buket. Sebab, peluangnya sangat menjanjikan, apalagi di wilayah Nglegok. “Selain untuk mengisi waktu luang, juga bisa mendapat uang jajan tambahan dari bisnis tersebut,” ujar perempuan 23 tahun ini.
Ada berbagai macam buket yang dijual, seperti buket snack, buket uang, buket bunga, hingga boneka. Lalu, ada juga hamper dengan bermacam paket seperti paket hamper ulang tahun dan paket hamper Lebaran. “Saat ini, buket snack dan buket uang paling banyak diminati pelanggan,” jelas perempuan berjilbab ini.
Menurutnya, buket snack dan buket uang menjadi tren hadiah wisuda yang digandrungi anak muda. Itu karena terkesan mewah dan elegan. Bahan-bahan untuk membuat buket mudah didapatkan. Meski begitu, tidak semua bahan bisa didapat dari toko. “Karena itu, saya membeli bahan lainnya di online shop. Harganya jauh lebih murah,” katanya.
Bisnis yang dia rintis sejak kuliah itu sampai saat ini masih jalan. Bisnis buket tersebut kini menjadi bisnis sampingan di tengah kesibukannya bekerja sebagai staf tata usaha (TU) di SMP Negeri 3 Garum. Biasanya, dia menggarap orderan buket di saat hari libur atau setelah pulang kerja.
Satu buket bisa diselesaikan dua sampai tiga hari tergantung tingkat kesulitan dan ukuran. “Untuk orderan biasanya saya terima H-3. Jadi, jika ada pelanggan yang memesan secara mendadak, saya tolak karena pengerjaannya membutuhkan waktu,” ungkapnya.
Sebenarnya, buket ini tidak hanya sebagai hadiah wisuda, tetapi juga untuk kado ulang tahun ataupun pernikahan. Namun, belakangan ini permintaan paling banyak untuk momen wisuda. (mg1/c1/sub) Editor : Endah Sriwahyuni