Karena itulah, Kota Blitar dijuluki Bumi Bung Karno. Juni dikenal dengan Bulan Bung Karno karena Sang Proklamator tersebut lahir dan wafat di bulan tersebut. Seperti tahun-tahun sebelumnya, sejumlah event digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar untuk memperingati Bulan Bung Karno.
Tahun ini, pemkot kembali menggelar sejumlah kegiatan memperingati bulan bersejarah tersebut. Namun, ada sedikit yang berbeda dibanding tahun sebelumnya. “Tahun ini ada yang baru, yakni tapak sejarah Bung Karno. Kami melibatkan sejumlah daerah untuk bekerja sama memperingati Bulan Bung Karno,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Blitar Edy Wasono kepada koran ini, kemarin (19/5).
Dia menjelaskan, ada 22 daerah yang dilibatkan dalam kegiatan tapak sejarah Bung Karno. Sejumlah daerah tersebut merupakan daerah-daerah yang berkaitan langsung dengan perjalanan sejarah Bung Karno. “Mulai dari masa sekolah atau pendidikannya, perjuangan di dunia politik dan kemerdekaan, hingga beliau diasingkan di luar pulau,” terangnya.
Sejumlah 22 daerah tersebut bukan hanya di Pulau Jawa, melainkan juga dari luar Pulau Jawa. Pemkot sudah berkoordinasi dengan sejumlah daerah tersebut untuk mematangkan persiapan. Sesuai konsep, nantinya masing-masing daerah menuliskan sejarah perjalanan Bung Karno berdasarkan momen yang dialami di daerah tersebut.
Tapak sejarah Bung Karno bakal digelar 6 Juni bersamaan dengan deklarasi di Perpustakaan Nasional Proklamator Bung Karno. Sebelumnya, pemkot menggelar rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno. Di antaranya, Bedol Pusaka, Pawai Lampion, Grebeg Pancasila, hingga Kirab Tumpeng. “Melalui Bulan Bung Karno ini diharapkan semangat nasionalisme semakin tumbuh. Tak kalah pentingnya, mengenalkan sejarah perjalanan dan perjuangan Bung Karno meraih kemerdekaan Republik Indonesia,” tandasnya. (sub/c1) Editor : Endah Sriwahyuni