Iga mulai menekuni tata rias sejak SMA. Baginya, make-up merupakan bagian dari seni merias wajah orang lain. “Awal tertarik make-up karena lihat teman-teman SMA pada jago dandan. Akhirnya, saya merasa termotivasi, apalagi saat itu saya dikenal tomboi,” ucapnya.
Iga belajar make-up secara otodidak melalui tayangan video di channel YouTube. “Dari situ, saya mulai beli alat make-up dan mulai mengenal fungsinya,” ujar perempuan 22 tahun ini.
Nah, awal mula menjadi make-up artist (MUA) yaitu ketika event fashion show baju daur ulang dalam rangka peringatan Hari Kartini di sekolah. Kebetulan, dia ikut mendesain kostum daur ulang.” Jadi, saya sekalian make up modelnya.” kenangnya.
Dari acara itulah, teman-teman Iga mulai mengetahui bakatnya. Peluang itu pun dimanfaatkan Iga dengan membuka jasa make-up untuk acara tertentu. Seperti wisuda, ulang tahun, pemotretan, hingga lamaran. “Saat kuliah, saya juga nyambi MUA, tapi di wilayah Blitar saja,” jelas alumnus UMM jurusan ilmu hukum itu.
Meski telah memiliki keterampilan tata rias secara otodidak, Iga berupaya memperdalam kemampuannya. Dia pun memutuskan untuk mengikuti kursus, workshop, dan seminar. Melalui kursus tersebut, kini dia mulai berani ambil job hingga luar kota seperti Malang dan Surabaya.
Iga merasa nyaman dengan pekerjaan tersebut karena memang passion. Bahkan, dia berencana untuk mengembangakan bisnis MUA-nya dengan menyewakan beberapa kebaya karya desainnya. Kini, dia sudah membuka galeri sederhana di rumahnya.
Soal gaya ber-make up, Iga lebih menyukai make-up matte look dan Korean look. Konsep make-up matte look saat ini memang populer karena dapat memberikan kesan rapi dan elegan. “Umumnya, look ini diterapkan pada orang dengan pemilik tipe kulit berminyak,” Jelasnya.
Penggunaan konsep make-up matte look dipilih untuk mengontrol produksi minyak sehingga riasan bisa bertahan lebih lama dan tidak mudah luntur. Kemudian untuk Korean look bisa dijadikan andalan dalam berbagai kondisi. Korean look memiliki kesan natural, tetapi lebih mengarah ke feminin dan imut.
Jenis make-up look ini menonjolkan warna-warna yang imut seperti pink dan peach. Make-up mata tidak dibuat menonjol, tetapi tetap manis dan terlihat natural. Selain itu, tipe make-up ini juga mengandalkan pulasan blush on yang tipis dan terlihat manis. “Sedangkan maskara menjadi salah satu kunci dalam tipe make-up Korean look. Maskara digunakan untuk membuat bulu mata lebih lentik dan tetap natural,” jelasnya.
Ciri khas yang paling terlihat dari cara Iga merias yakni dengan tidak mencukur alis kliennya. “Kan nggak boleh cukur alis. Jadi, biasanya untuk merapikan bagian alis, saya lem dulu alisnya. Kemudian mulai digambar dan dirapikan dengan concealer,” pungkasnya. (mg1/c1/sub) Editor : Endah Sriwahyuni