Facial wajah menjadi salah satu jenis perawatan kulit yang umum dilakukan. Namun, rutinitas ini sering kali dikesampingkan. Padahal, facial menjadi perawatan dasar kulit wajah. “Sebisanya facial dilakukan selama dua minggu sekali,” ujar dokter kecantikan, dr Wiwi Rahayu, kemarin (19/5).
Dia mengatakan, facial punya banyak manfaat. Beberapa di antaranya membersihkan-meremajakan kulit wajah, mengurangi penyumbatan pori-pori kulit akibat komedo dan jerawat, serta membuat kulit wajah tampak lebih bersih dan segar.
Facial wajah dianggap sebagai metode efektif untuk kesehatan kulit wajah. Namun, efek facial tidak cukup lama. Karena itulah perlu dilakukan secara rutin. “Facial berguna untuk mencegah kulit kusam, menghidrasi kulit kering, dan meningkatkan kekenyalan kulit,” jelas perempuan ramah ini.
Facial wajah, lanjut Wiwi, cocok untuk berbagai jenis kulit. Baik kulit normal, berminyak, kering, dan lainnya. Namun, setiap jenis kulit memiliki cara penanganan berbeda. Terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan facial wajah. Salah satunya, berkonsultasi dengan dokter. Tujuannya mengantisipasi masalah yang terjadi usai menjalani treatment wajah ini. Selain itu, tidak diperkenankan memoles dengan make-up terlalu tebal sebelum facial. Sebab, hal tersebut dapat memicu penyumbatan pori-pori. Akibatnya, kotoran pada wajah akan lebih sulit dibersihkan.
“Jika salah memilih jenis facial, wajah berisiko teriritasi dan berpotensi mengalami masalah kulit. Menjaga kulit wajah itu harus telaten agar tetap sehat dan terjaga,” jelas ibu dua anak ini.
Dia menambahkan, usai facial wajah harus merawat dengan benar. Yakni, cuci wajah secara teratur sebanyak dua kali dalam sehari. Selain itu, pakai produk perawatan yang sesuai dengan jenis kulit dan masalah yang dialami. “Perlu diperhatikan, jangan sering menggunakan make-up terlalu tebal,” tandasnya. (tan/c1/wen) Editor : Endah Sriwahyuni